Getting time...

Industri Mebel Butuh Bantuan Pemerintah

Selasa, 14 Juli 2009 14:17 wib
Pengerajin mebel berbahan baku rotan di Jakarta Selatan (dok Koran SI)
Pengerajin mebel berbahan baku rotan di Jakarta Selatan (dok Koran SI)
JAKARTA - Dampak krisis keuangan global terus menggerus kinerja sektor industri padat karya seperti otomotif dan manufaktur.

Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono mengakui 80 perusahaan anggota Asmindo tengah mengalami goncangan terkait dampak krisis global.

"Diperkirakan terjadi penurunan mencapai 30 persen atau USD60 juta per bulan sejak akhir tahun 2008 yang merupakan awal dari krisis keuangan global," ujar Ambar di sela Konferensi Mitra Senada di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (14/7/2009).

Menurut Ambar, industri permebelan dan kerajinan membutuhkan bantuan dari pemerintah. Program stimulus pajak berupa penghapusan PPN saat ini tidak dinikmati pengusaha permebelan yang didominasi UMKM.

"Kalau stimulan serahkan saja kepada anggota. Asmindo tidak ngurusi itu," ujar Ambar.

Saat ini industri permebelan dan kerajinan mampu menyerap 8 juta pekerja dari hulu ke hilir. Sedangkan jumlah total eksportir mencapai 2.400 dan 4,500 subkontaktor.

Meski penanganan pemerintah terhadap industri permebelan lamban, namun menurut Ambar, Asmindo masih mampu bertahan melalui berbagai cara yang dinilai cukup efektif. Asmindo terus melakukan kegiatan pameran atau trade expo, baik yang dilakukan bersama pemerintah maupun swasta, mengingat pangsa pasar mebel di Indonesia masih cukup besar. (Arief Sinaga /Trijaya/jri)
TWITTER »
twit