ilustrasi
NEW YORK - Indeks Wall Street mengalami penguatan akibat laporan keuangan perusahaan di AS yang ternyata lebih baik dari yang diperkirakan. Tetapi, sayangnya penurunan data penjualan ritel sebesar 0,6 persen membuat laju indeks tersebut tidaklah mulus.
"Penjualan saham mengalami peningkatan, tapi tidak akan semulus itu," kata senior equity market strategist Wells Fargo Advisors Scott Marcouiller di St Louis seperti dilangsir dari Reuters, Rabu (15/7/2009).
Indeks Dow Jones mengalami peningkatan sebesar 27,81 poin atau 0,33 persen ke posisi 8.359,49. Sementara indeks Standard & Poor's 500 juga naik sebanyak 4,79 poin atau 0,53 persen menjadi 905,84. Hal yang sama juga terjadi pada indeks Nasdaq yang meningkat 6,52 poin atau 0,36 persen ke 1.799,73.
Naiknya indeks tersebut akibat dari sentimen posistif yang datang secara tidak terduga. Yakni karena salah satu perseroan pembuat chip computer Intel mengungkapkan mendapatkan keuntungan yang besar, jauh dari yang telah diperkirakan. Tak hanya itu, peningkatan keuntungan juga dicatatakan oleh Goldman Sachs.
Data penjualan ritel yang dirilis menunjukan terjadinya penurunan sebesar 0,6 persen. Kendati bukanlah angka yang besar, tetapi jika dikombinasikan dengan penurunan harga minyak, hal tersebut akan menjadi suatu ancaman.
Pasalnya, peningkatan penjualan ritel merupakan faktor vital yang mengindikasikan kebangkitan ekonomi. Yakni konsumsi masyarakat akan mengalami peningkatan sejalan dengan peertumbuhan ekonomi yang semakin membaik. (wdi) (rhs)