Deptan: Banyak Kendala Penggunaan Pupuk Organik

Selasa, 21 Juli 2009 14:57 wib
(dok Koran SI)
(dok Koran SI)
JAKARTA - Pemanfaatan pupuk organik masih menghadapi banyak kendala, kendati manfaat bagi tanaman maupun lahan sangat positif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

"Penggunaannya bersifat voluminous atau bulky, yaitu membutuhkan tenaga kerja yang tinggi," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian (Deptan) Sutarto Alimoeso di sela Seminar Nasional 'Pengembangan Industri Pupuk Organik', di Jakarta, Selasa (21/7/2009).

Menurut dia, dampak penggunaan pupuk organik terhadap produksi komoditas pertanian tidak secepat pupuk nonorganik (slow release). Selain itu juga pengelolaan usaha tani didominasi oleh penyewa atau penggarap yang kurang berkepentingan terhadap kelestarian lingkungan atau kualitas lahan pertanian. Sehingga, kata Sutarto, penggunaan pupuk organik masih relatif rendah.

"Belum menjadi kesadaran bersama baik oleh petani, apalagi bagi pemilik lahan," katanya.

Di samping itu, kendala penggunaan pupuk organik lain adalah terbatasnya permodalan petani, yang mengakibatkan terkendalanya penerapan teknologi pemupukan berimbang dan penggunaan pupuk organik.

Dari aspek produksi, kendala penggunaan pupuk organik terletak pada ketersediaan bahan baku yang banyak. Implikasinya, lanjut Sutarto, membutuhkan tempat yang luas.

"Belum lagi pengetahuan kelompok tani atau industri kecil dan menengah (IKM) di bidang teknologi pengolahan pupuk organik masih terbatas," tukasnya.

Deptan juga mendata kelemahan lain, yaitu masih terbatasnya pembinaan industri pupuk organik bagi IKM maupun bagi kelompok tani atau gapoktan. "Kalangan IKM atau kelompok tani juga mengalami keterbatasan modal, ini mempersulit keberlangsungan pemakaian pupuk organik," katanya.

Kemudian dari aspek pemasaran dan sosialisasi, Sutarto mengungkapkan, ditemukan kendala masih banyaknya peredaran pupuk organik ilegal atau tidak terdaftar di Deptan maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Persoalan berikutnya, belum optimalnya pengawasan peredaran pupuk organik. Penyuluhan di bidang pertanian organik baik pupuk maupun pestisida organik yang masih kurang.

"Intiya, informasi dan data tentang teknologi pertanian organik kita sadari masih kurang disampaikan kepada petani," ungkap Sutarto.

Kendati demikian, Sutarto menegaskan, pemerintah sedang gencar mengkampanyekan pemakaian pupuk organik, dan sedikit demi sedikit mengurangi pemakaian pupuk anorganik. "Tapi, pemakaian pupuk organik tidak otomatis menghilangkan pupuk anorganik," bebernya. (Sudarsono/Koran SI/jri)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit