Foto: Koran SI
JAKARTA - Kebijakan di bidang moneter dan perbankan berdampak langsung dan tak langsung bagi masyarakat. Adapun selama lima tahun ini kebijakan moneter dinilai sudah meningkat kualitasnya.
"Bank Indonesia (BI) juga sudah melakukan tugas-tugas dengan baik untuk mengendalikan inflasi dan intermediasi perbankan. Krisis keuangan 2008 lalu, BI bertindak cepat dan berhasil lakukan terobosan positif," ungkap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, dalam sambutan peresmian Museum BI, di Kawasan Kota Tua, Jakarta Utara, Selasa (21/7/2009).
Menurut dia BI berhasil menyinkronisasikan kebijakan fiskal dan moneter untuk mencegah adanya guliran keuangan nasional. Selain itu, BI juga memberikan jaminan kepada sektor UMKM yang merupakan pilar perekonomian rakyat.
"BI juga memantapkan berbagai kebijakan-kebijakan perbankan dan berperan besar kepada pelaku usaha dalam fungsi intermediasi yang mengutamakan kehati-hatian. Alhamdulillah BI berperan dalam menjadikan ekonomi nasional bertahan dalam pertumbuhan 4,7 persen," tandasnya.
SBY pun berharap BI bisa meningkatkan kinerja dalam memulihkan ekonomi di tengah krisis ekonomi global dengan cara meneruskan inovasi dalam kebijakan penyaluran kredit, dan lain-lain agar tercipta situasi kondusif.
"Saya berpesan ke jajaran BI agar memelihara ketahanan BI. Lanjutkan penjaminan-penjaminan dan penyaluran kredit ke usaha produktif untuk pemulihan ekonomi dengan prinsip kehati-hatian dan stabilitas ekonomi jangka panjang," pungkasnya.
(ade)