Ilustrasi
JAKARTA - Rencana pengiriman Liquid Natural Gas (LNG) ke Fujian (China) pada akhir bulan ini, masih mengikuti komitmen kontrak dan tidak melangkahi Tim Negosiasi yang kini masih terus melakukan proses renegosiasi kontrak atau harga jual LNG Tangguh.
"Sampai saat ini belum ada kesepakatan baru hasil dari tim negosiasi. Maka kontrak yang ada masih berlaku, termasuk di dalamnya kewajiban memasok LNG yang sudah harus dikirim," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Sutisna Prawira, seperti dikutip dalam situs resmi Departemen ESDM, Rabu (22/7/2009).
Menurut Sutisna, saat ini sudah ada kontrak yang mengikat dan tim negosiasi berupaya untuk memperbaiki kontrak. Selama belum ada perubahan kontrak, lanjutnya, maka kontrak yang ada sekarang masih berlaku.
Termasuk hak dan kewajiban yang dipunyai oleh masing-masing pihak, antara lain kewajiban untuk memasok LNG yang sudah harus dikirim dan penyesuaian harga kembali setiap empat tahun sekali.
Terkait kesiapan receiving terminal LNG di Fujian, dia menjelaskan pada awal beroperasinya receiving terminal LNG di Fujian membutuhkan LNG dan menerima penawaran pengiriman LNG dari Arun dan Bontang.
Spesifikasinya adalah rich LNG (kandungan C3+ relatif tinggi), yang pada waktu itu sedang kelebihan pasokan. Untuk itu receiving terminal LNG di Fujian dilakukan penyesuaian agar dapat menerima LNG jenis ini.
Pada saat kilang LNG Tangguh mulai beroperasi, lanjut Sutisna, receiving terminal LNG di Fujian harus disesuaikan terlebih dahulu apabila akan menerima LNG dari Tangguh yang spesifikasinya adalah lean LNG (kandungan C3+ relatif rendah).
"Oleh karena itu, pengiriman kargo LNG pertama dari Tangguh tidak dikirimkan kepada receiving terminal LNG di Fujian tetapi ke pasar Korea Selatan," katanya. (ade)