>

Pemotongan Pajak atas Jasa Notaris

Kamis, 23 Juli 2009 - 17:18 wib | -

Afdal Zikri Mawardi (dok Pribadi)

Pemotongan Pajak atas Jasa Notaris
Pertanyaan:

Pak Afdal, berapakah potongan pajak penghasilan (PPh) untuk jasa notaris yang memberikan jasa membuat perjanjian akta sewa atas perusahaan kami? Di mana notaris itu melakukan jasanya selaku pribadi dengan memakai nama Kantor Notaris XYZ, SH.

Karena seingat saya potongan pajak penghasilan antara notaris perorangan dan notaris berbentuk badan hukum berbeda.

Terima kasih

Jeanette, PT X.


Jawaban:


Ibu Jeanette dari PT X, berdasarkan peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2009), maka untuk Notaris yang memberikan jasa selaku pribadi, akan dikenakan potongan pajak penghasilan sesuai Tarif Pasal 17 berdasar Undang-Undang Pajak Penghasilan x 50% x penghasilan bruto. Di mana penghasilan brutonya yang diterima notaris bersifat akumulatif selama setahun.

Misal, Notaris Elvina Maisyaroh, SH, pada bulan Juli 2009 menerima fee sebesar Rp100.000.000 dari PT Multi Utama Consultindo sebagai imbalan pemberian jasa yang dilakukannya dan pada bulan September 2009 menerima pelunasan sisa fee sebesar Rp50.000.000.

Pada pembayaran pertama (Rp100 juta) kepada notaris di bulan Juli dipotong pajak penghasilan Rp100 juta x 50% x 5% = Rp 2,5 juta. Sedangkan pada pembayaran kedua (Rp50 juta) di bulan September dipotong pajak penghasilan Rp50 juta x 50% x 15% = Rp3,75 juta.

Dengan tabel penghitungan sebagai berikut:

Bulan

Penghasilan
Bruto
(Rupiah)

Dasar
Pemotongan
PPh Pasal 21
(Rupiah)

Dasar
Pemotongan
PPh Pasal 21
Kumulatif
(Rupiah)

Tarif
Pasal 17
ayat (1)
huruf a
UU PPh

PPh
Pasal 21
terutang
(Rupiah)

(1)

(2)

(3)= 50% x (2)

(4)

(5)

(6) = (3) x (5)

Juli

100.000.000,00

50.000.000,00

50.000.000,00

5%

2.500.000,00

September

50.000.000,00

25.000.000,00

75.000.000,00

15%

3.750.000,00

Jumlah

150.000.000,00

75.000.000,00

   

6.250.000,00



Keterangan:

Adapun yang dimaksud dengan Tarif Pasal 17 berdasar Undang-Undang Pajak Penghasilan† untuk wajib pajak perseorangan adalah tarif progresif/bertingkat sesuai dengan jumlah penghasilan kena pajak yang harus dipotong dari Notaris. Lapisan penghasilan kena pajak dan tarifnya untuk wajib pajak perseorangan adalah sebagai berikut:

Lapisan Penghasilan kena Pajak (Rp)

Tarif

Rp 0 s/d 50 Juta

5%

>Rp 50 Juta s/d Rp 250 Juta

15%

>Rp 250 Juta s/d Rp 500 Juta

25%

>500 Juta

30%



Perlu juga Ibu ketahui bahwa, bila tenaga ahli di atas tidak mempunyai NPWP, maka perusahaan Ibu berkewajiban untuk memotong pajak penghasilan 20% lebih tinggi dari pajak yang seharusnya dipotong.

Bila perusahaan Ibu Jeanette menerima jasa dari notaris bertindak selaku perseorangan, maka perusahaan Ibu Jeanette wajib memotong pajak penghasilan Pasal 21 sesuai hitungan di atas. Namun bila Ibu menerima jasa notaris dari persekutuan tenaga ahli (berbentuk badan usaha), maka perusahaan Ibu wajib memotong Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) atas jasa lain sebesar 2% dari nilai bruto kontrak (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.03/2008).

Penghitungan seperti di atas juga berlaku untuk semua kategori tenaga ahli lainnya seperti: pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris. Dan kewajiban untuk memotong pajak penghasilan atas tenaga ahli di atas wajib dilakukan oleh perusahaan Ibu secara konsisten sesuai tarif di atas (tarif Pasal 17 berdasar Undang-Undang Pajak Penghasilan). Bila perusahaan Ibu tidak memotong pajak penghasilan atas penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli di atas maka perusahaan Ibu akan dikenakan pajak sesuai dengan pajak yang kurang dipotong ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga maksimal 48% (2% per bulan, maksimal selama 24 bulan) dari pokok kekurangan pajak yang masih harus dibayar.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat untuk Ibu dan pembaca rubrik konsultasi perpajakan ini. Terima kasih.

Afdal Zikri Mawardi, Partner
Konsultan Pajak MUC Consulting Group
Email: afdalzikri@mucglobal.com
Web: www.mucglobal.com
Blog: http://afdalzikri.wordpress.com
(jri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    McDonalds Berjuang Pertahankan Bisnisnya di Rusia