Getting time...

Pulihkan Pariwisata, Depbudpar Ajukan Rp100 M ke Depkeu

Jum'at, 24 Juli 2009 16:29 wib
Pariwisata di Bali
Pariwisata di Bali
JAKARTA - Industri pariwisata merupakan sektor yang paling terpukul pascaperistiwa bom di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton. Dibutuhkan dana besar untuk memulihkan kembali citra pariwisata Indonesia di mata dunia internasional.

Deputi Menko Perekonomian Eddy Putra Irawadi mengakui, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan telah mengajukan anggaran Rp100 miliar lebih kepada Menkeu Sri Mulyani dalam upaya pemulihan citra pariwisata Indonesia.

Adapun anggaran ini jauh lebih besar daripada pemulihan citra pariwisata di Bali pasaabom Bali II pada 2005 lalu yang mencapai Rp97 miliar.

"Rincian anggaran yang diajukan Rp67 miliar untuk kebudayaan dan pariwisata, Rp34 miliar untuk Polri, dan Rp2 miliar lebih untuk Bali. Mereka tetap dapat karena dampak bom di Jakarta berimbas pula ke Bali," ungkapnya, di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (24/7/2009).

Menurut Eddy, pemulihan citra pariwisata Indonesia di mata internasional jauh lebih besar daripada sekadar promosi pariwisata. Yang jelas, pemerintah memerlukan dana untuk kampanye, public relations, maupun roadshow yang pada intinya memberikan gambaran bahwa Indonesia serius membenahi sistem keamanan dan jaminan keamanan kepada tamu-tamu asing.

Dia menambahkan, pascabom di Mega Kuningan seluruh kegiatan perekonomian berjalan normal, serta konsumsi masyarakay masih cukup tinggi.

Hal terpenting adalah fundamental ekonomi Indonesia sudah cukup kuat dan sudah teruji sejak peristiwa bom yang terjadi beberapa waktu lalu.
(Arif Sinaga/Trijaya/ade)
TWITTER »
twit