Foto: Koran SI.
JAKARTA - Selepas insiden ledakan bom yang mengguncang Jakarta pada pekan lalu, ternyata tidak menyurutkan produktivitas pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya ibukota Jakarta.
Atas kepercayaan para pembisnis Asia Tenggara, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah pembukaan Dialog Kepemimpinan Asia (ALD) 2009.
Pembukaan Dialog Kepemimpinan Asia yang dihadiri oleh para pengusaha, serta pimpinan kelompok C di Asia ini. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mempererat hubungan bisnis dengan strategi bisnis yang penuh kepastian, dengan dukungan operasional teknologi canggih.
"Indonesia merupakan pasar potensial dengan jumlah penduduk 270 juta yang akan terus maju usai India. Dengan kesuksesan yang dilakukan oleh Group President and CEO PT Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo, tentunya memberikan pandangan kepada kita bagaimana investasi yang sehat di dalam pertumbuhan ekonomi," ujar Chairman of Platinum Circle Lionel Lee, saat memberikan kata sambutan di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (29/07/2009).
Tentunya dampak pertumbuhan ekonomi Asia yang makmur memerlukan adanya landasan usaha, di antaranya populasi SDM dan penyedia teknologi software yang membantu usaha bisnis tersebut.
Penggabungan secara unik dari Dialog Kepemimpinan Asia 2009 dengan SAP World Tour 2009 akan membantu lebih dari 2.500 pemimpin dan eksekutif di 10 kota di Asia dalam melihat arah dan realitas yang jelas.
"Dalam menumbuhkan usaha MNC, kita perlu merumuskan langkah strategi, diperlukan pengambilan keputusan penting berbasiskan persaingan yang sehat," Hary Tanoesoedibjo, dalam pidatonya yang dipercaya sebagai pengambil peran pemimpin Asia sekaligus pembicara utama di hadapan 200 eksekutif. (rhs)