Rupiah. Foto: Heru Haryono/okezone.com
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menargetkan meraih pembiayaan sebesar Rp100 triliun di 2009 ini. Angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan realisasi pembiayaan di 2008 sebesar Rp140 triliun.
"Tahun lalu pembiayaan sebesar Rp140 triliun. Tahun ini akan turun, kami targetkan kira-kira Rp100 triliun," kata Ketua APPI Wiwi Kurnia, dalam talkshow bertema Tantangan Bisnis Joint Financing di Industri Perbankan di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Kendati demikian, angka yang diungkapkan Wiwi tersebut merupakan angka optimistis dan lebih tinggi dari yang diungkapkan banyak pihak. Pasalnya, dampak dari krisis ini sudah perlahan membaik jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu.
Adapun dari pembiayaan tersebut, masih akan didominasi oleh pembiayaan di sektor automotif yang mencapai 70 persen dari total pembiayaan. "Sebanyak 70 persen adalah untuk automotif," ucapnya.
Walaupun ada penurunan, dia tetap optimistis dengan peningkatan angka penjualan kendaraan. Di Indonesia, penjualan motor tahun lalu saja mencapai enam juta unit.
Sementara pada 2009 diprediksi turun 30 persen. Kendati demikian, dia tetap optimistis penjualan kendaraan motor akan lebih dari lima juta unit pada tahun ini. "Penjualan motor naik terus, terkadang lebih dari 40-50 persen," jelasnya.
Tak berbeda jauh dengan penjualan mobil, di mana pada tahun lalu tercatat sebesar 500 ribu unit. Kendati tahun ini diprediksi akan turun sekira 30 persen, dirinya optimistis penjualan mobil ini akan lebih dari 400 ribu unit.
Selain itu, dia mengungkapkan bahwa potensi di sektor automotif masih luar biasa ke depannya. Hal tersebut berdasarkan perbandingan sepeda motor di Indonesia adalah 1:7, yakni satu sepeda motor berbanding tujuh orang. Sementara di China 1:3, bahkan Taiwan adalah 1:1.
Sedangkan untuk mobil, di Indonesia satu mobil berbanding hingga lebih dari 20 orang. Sedangkan di Malaysia, satu mobil berbanding enam hingga tujuh orang saja. (ade)