JAKARTA - Pemerintah ternyata benar-benar menjaga perekonomian Indonesia, baik itu untuk ekonomi makro maupun pasar sahamnya. Hal tersebut terlihat di kala saham negara-negara sahabat mengalami penurunan, di Indonesia malah sebaliknya.
"Kondisi-kondisi ekonomi makro harus kita jaga. Saya senang rupiah kita menguat di Juli. Kita juga senang pada Juli ini IHSG menguat secara signifikan. Hari ini saja ketika saham negara-negara sahabat mengalami penurunan, kita justru mengalami peningkatan. Patut kita syukuri," ucap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam rakor bersama sejumlah menteri dan video conference dengan gubernur se-Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/7/2009).
Selain itu, di samping sektor riil yang terus bergerak, dilakukan stimulus package dan juga dilakukan pengeluaran yang cukup. Setidaknya, sama besarnya dengan tahun ini untuk tahun depan.
"OKI (Organisasi Kegara Islam) siap-siap defisit bisa mencapai 1,6 persen dalam menghadapi resesi perekonomian global yang dijalankan semua negara dan dilakukan counter cylical economy dengan cara meningkatkan spending agar demand bisa ditingkatkan. Dengan demikian ekonomi bergerak," papar SBY.
Dia pun mengungkapkan bahwa pemberian stimulus jangan sampai terlambat atau tidak terlaksana dengan baik karena karena ini akan memperlambat perekonomian nasional. "Satu lagi, design RAPBN 2010 masih tetap berorientasi pada pemulihan perekonomian," tegasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.