o1 o2

Economy - ekonomi global


Rotterdam Ditargetkan Jadi Pelabuhan Energi

Jum'at, 31 Juli 2009 - 08:29 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Corbis.

ROTTERDAM - Proyek perluasan Pelabuhan Rotterdam diharapkan bisa meningkatkan keunggulan komparatif. Kegiatan bongkar muat diharapkan lebih berkualitas dibandingkan dengan pelabuhan di negara Eropa lainnya.

Tantangan inilah yang harus dipikul otoritas Pelabuhan Rotterdam, Belanda. Apalagi, pelabuhan rival juga melakukan perbaikan yang sama.

Per 2008, Pelabuhan Rotterdam melayani 35 persen perdagangan melalui jalur barat laut. Sementara Pelabuhan Antwerp di Belgia 16 persen dan Pelabuhan Hamburg Jerman 12 persen. Chief Executive Officer (CEO) Pelabuhan Rotterdam Hans Smits meramalkan, volume kargo di Rotterdamakankembalike level420 jutaton pertahun dalam 3-4 tahun ke depan.

Saat itu atau tepatnya pada 2013, dermaga baru Pelabuhan Rotterdam ditargetkan beroperasi. Sebelumnya, Pelabuhan Rotterdam mendapat kritik karena tidak melakukan investasi yang lebih besar untuk perluasan. Analis merekomendasikan peningkatan fasilitas handling kontainer untuk angkutan produk manufaktur dan perbaikan jalur keluar masuk kapal.

"Penurunan ekonomi memberikan peluang untuk Rotterdam dan pelabuhan lain di wilayah utara Eropa untuk melaksanakan restrukturisasi dan menjadi lebih efisien dalam hal handling kontainer," kata analis perkapalan MSI Marc Pauchet seperti dikutip Reuters. Kontainer-kontainer itu membawa beragam produk, mulai dari elektronik, mainan hingga makanan yang diperkirakan terus meningkat.

Rotterdam merupakan pelabuhan favorit kapal karena memiliki dermaga laut dalam dan rute pendek ke terminal. Sebagai perbandingan, Pelabuhan Shanghai,China,yang menjadi pelabuhan terbesar di dunia pada 2005 pernah kewalahan melayani kapal pengangkut kontainer yang semakin besar.

"Kapal semakin besar. Untuk dapat melayani kapal yang terus membesar, pelabuhan harus berinvestasi pada infrastruktur seperti crane dan fasilitas bongkar muat cairan dan produk pertanian lain," ujar Pauchet.

Menurut dia, keunggulan lokasi, fasilitas, dan investasi menggandakan kapasitas penanganan kontainer membuat Pelabuhan Rotterdam unggul di Eropa.

"Keunggulan lain, dekat rute pengiriman utama dan akses ke pasar Eropa. Tidak hanya jalur darat dan kereta api, tapi juga jalur sungai. Ini tidak bisa ditandingi oleh negara-negara Eropa lain," ungkap Direktur Drewry Shipping Neil Davidson. Pelabuhan Eropa lainnya, Le Havre di Prancis,Antwerp di Belgia, dan Hamburg serta Bremerhaven di Jerman bisa mendapatkan keuntungan juga dalam hal pangsa pasar di masa mendatang.

"Pelabuhan Hamburg dan Bremerhaven unggul karena memiliki akses yang baik ke pedalaman Jerman," imbuh Pauchet.

Davidson menjelaskan, tantangan proyek perluasan Pelabuhan Rotterdam adalah kecepatan dalam menyesuaikan kapasitasnya dengan permintaan riil. Volume kontainer tahun ini turun 15 persen.

Sementara lalu lintas bijih besi dan besi tua turun 61 persen akibat lemahnya permintaan industri atas produk baja. Smits meramalkan, sektor logam telah menunjukkan sinyal pemulihan. "Saya berharap melihat industri automotif naik lagi tahun depan sehingga produksi baja naik dan permintaan berbagai barang akan pulih," ujar dia.

Meskipun volume kargo secara umum melemah, produk minyak seperti solar dan kerosin menampakkan pertumbuhan yang cukup kuat tahun ini. Aliran bongkar muat produk minyak telah disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan pelabuhan.

Pelabuhan Rotterdam merupakan titik pengumpul bagi kilang minyak terbesar di Eropa. Ini sesuai dengan keinginan Pemerintah Belanda untuk mendiversifikasikan bisnis pelabuhan. Aliran biofuel naik,sementara pelabuhan juga mengembangkan lokasi gas alam cair (liquefied natural gas/ LNG) dan proyek hijau lainnya.

"Kami telah menjadi hub untuk biofuel di Eropa dan ini akan tumbuh bertahap.Tahun 2011, terminal LNG akan beroperasi dan kami berharap menjadi hub untuk hub,"kata Smits. (ahmad senoadi)(Koran SI/Koran SI/rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4