Foto : Koran SI.
JAKARTA - Pasar finansial Tanah Air pada perdagangan akhir pekan ini ditutup menggairahkan. Tidak hanya IHSG saja yang bercokol di atas level 2.320, rupiah juga menguat tajam.
Pada perdagangan valuta asing Jumat (31/7/2009), rupiah ditutup di level Rp9.920-Rp9.420 per USD atau menguat tajam dibanding perdagangan Kamis 30 Juni kemarin, di level Rp9.970-Rp9.940 per USD.
Penguatan ini merupakan imbas dari aliran dana asing (hot money) yang kembali masuk ke ranah domestik. Hot money ini merupakan imbas positif kepercayaan investor atas baiknya ekonomi Indonesia.
Sementara itu, seperti dikutip dari Valbury Securities dolar Amerika mengalami pelemahan atas basket currencies di sesi perdagangan Kamis 30 Juli waktu setempat, menyusul penguatan di bursa saham dan bursa komoditas di Wall Street yang optimistis tentang ekonomi global. Hal ini meredusir minat atas dolar Amerika sebagai mata uang yang aman.
Pada bursa Wall Street, indeks Dow melesat tajam menyusul earning korporasi yang lebih tinggi dari perkiraan pasar, sementara saham Eropa di tutup di level tertinggi dalam waktu hampir sembilan bulan dan harga minyak mentah dunia melonjak di atas USD66 per barel.
Menguatnya risk appetite menekan yen melemah tajam dan membantu penguatan euro menutup kerugian sebelumnya. Dolar Amerika dilepas investor karena berbaliknya aliran safe haven berkenaan dengan menguatnya bursa saham secara signifikan.
Namun pelemahan dolar Amerika terbatas di mana banyak investor tetap berada sideline menjelang dirilisnya data Gross Domestik Product (GDP) untuk kuartal kedua pada hari ini.
Sementara Euro naik 0,3 persen di level USD1,4076 per euro, rebound dari level terendah dua minggu di sekira level USD1,40 per euro. Euro melepas sebagian gain-nya setelah International Monetary Fund (IMF) mengatakan bahwa estimasi dari overvaluation euro berada pada kisaran antara 0-15 persen. (rhs)