JAKARTA - Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menilai nilai tukar cenderung menguat berada pada kisaran Rp10.000 per USD. Angka ini tidak jauh dari asumsi pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2009.
"Sekarang sudah di bawah Rp10.000 per USD. kecenderungannya pun masih tetap rupiah menguat," ujarnya, seusai pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2010, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2009).
Menurutnya, kalangan dunia usaha tidak perlu khawatir. Terlebih dengan kondisi ekonomi Indonesia yang mantap, membuat rata-rata kisaran nilai tukar tidak akan berubah. "Sampai dengan sekarang hitung-hitungan BI masih kondusif, baik bagi kegiatan eksternal dunia usaha," katanya.
Dia pun menilai, apa yang diproyeksikan pemerintah masih optimistis, ekonomi Indonesia masih akan tumbuh baik ke depan. "Pemerintah merencanakan Rp10.000, tapi jangan ditanya di bawah itu suistenable atau tidak," imbuhnya.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.