Foto: Koran SI.
HONG KONG - Sejumlah perusahaan properti di China menargetkan meraup miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dengan melakukan listingdi bursa Hong Kong.
Upaya ini didorong membaiknya pasar perumahan di China sehingga menuntut pengembang meningkatkan permodalannya. Rencana tersebut datang setelah otoritas bursa di Hang Seng selama beberapa bulan terakhir ini mencatatkan gain hampir 90% semenjak krisis ekonomi. Sementara sektor real estate di daratan utama China baru saja kembali bergairah seiring dengan upaya pemulihan ekonomi.
Harian South China Morning Post melaporkan, salah satu perusahaan yang berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Hong Kong adalah Evergrande Real Estate dari Guangzhou. Perusahaan tersebut rencananya melakukan IPO akhir tahun ini setelah pada Maret 2008 di-delisting akibat rash pada pasar perumahan di China.
"Evergrande saat ini mengandalkan potensi investor dari situs bersejarah di pusat dan selatan China," tulis harian tersebut. Perusahaan lain yang bersiap IPO di bursa Hong Kong adalah Glorious Property Holdings yang memiliki aset tanah di sepanjang Bund di Shanghai dengan target dana yang terkumpul sebesar USD1 miliar.
Selain itu,ada juga perusahaan properti Shenzhen Fantasia Group dengan target IPO senilai USD500 juta dengan mengandalkan portofolio berupa proyek kelas atas di Delta Sungai Pearl. (yanto kusdiantono) (Koran SI/Koran SI/rhs)