JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada masih akan unjuk gigi pada perdagangan hari ini. Hal ini adalah karena masuknya hot money ke pasar saham Indonesia.
"Rupiah sedang kuat-kuatnya karena modal asing masuk ke Indonesia dan memborong saham," kata Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiatono, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Selasa (4/8/2009).
Masuknya hot money ini lanjutnya tercermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat signifikan di level 2.340. "Terutama karena dorongan investor asing. Masuknya dana asing untuk beli saham di Jakarta menyebabkan deman terhadap rupiah meningkat tajam, sehingga rupiah menguat," jelasnya.
Karena itu, dia memperkirakan rupiah pada perdagangan hari ini akan berada dalam kisaran Rp9.100-9.200 per USD.
Hal ini ditambah lagi oleh pengumuman inflansi Juli sebesar 0,45 persen oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, pengumuman tersebut semakin mendorong investor untuk memagang rupiah.
"Inflasi hanya 0,66 persen pada tujuh bulan pertama Januari-Juli 2009 dan year on year (YoY) 2,71 persen memberi confidence para pelaku ekonomi untuk memegang rupiah," tukasnya.
Sebelumnya, rupiah pada perdagangan Senin (3/8/2009) ditutup di level Rp9.120- 9.390 per USD atau menguat dibanding Rp9.920-9.420 per USD.
Di pasar valuta, dolar Amerika melemah secara luas pada sesi perdagangan Jumat 31 Juli 2009, tertekan oleh aliran perdagangan akhir bulan dan setelah rilis data GDP dan aktivitas bisnis di kawasan Midwest pada Juli, yang memicu harapan akan recovery ekonomi.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.