FRANKFURT - Ekspor Jerman naik 7 persen pada Juni lalu, dan merupakan lonjakan tertinggi selama hampir tiga tahun. Kenaikan tersebut menjadi sinyal semakin membaiknya prospek perekonomian terbesar di Eropa itu.
Peningkatan itu mengikuti tambahan 0,2 persen pada Mei, dan merupakan yang terbesar semenjak September 2006 ketika ekspor tumbuh 7,3 persen.
"Total ekspor Jerman menjadi 68,5 miliar euro atau USD98,6 miliar pada Juni," sebut Kantor Statistik Federal dalam laporan pendahuluannya yang dikutip dari AP, Jumat (7/8/2009).
Namun begitu, secara year on year ekspor masih turun 22,3 persen pada Juni, meskipun lebih rendah dibandingkan penurunan pada bulan sebelumnya sebesar 24,6 persen.
Sebelumnya para ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan kenaikan 0,9 persen pada Juni, yang merupakan angka rata-rata 10 proyeksi analis.
Perekonomian Jerman diperkirakan akan kembali tumbuh pada kuartal ini, ditopang oleh pemulihan global yang mendongkrak permintaan ekspor dari Jerman dan langkah stimulus pemerintah yang membantu belanja dalam negeri.
Permintaan pabrik mengalami peningkatan paling tinggi dalam dua tahun pada Juni dan kepercayaan bisnis tumbuh untuk bulan keempat pada Juli.
"Ekonomi Jerman tengah stabil dan resesi kemungkinan berlalu," kata Stefan Bielmeier, kepala ekonom pada Deutsche Bank AG di Frankfurt. Dia memperkirakan produk domestik bruto akan tumbuh 0,3 persen pada kuartal ketiga, dibandingkan kuartal kedua.
Sementara itu impor pada bulan Juni juga meningkat 6,8 persen dari bulan sebelumnya, yang mengalami penurunan 1,9 persen. Surplus perdagangan meluas menjadi 12,2 miliar euro atau USD17,5 miliar, dari 9,5 miliar euro pada bulan sebelumnya. Sementara surplus transaksi berjalan, yang menjadi ukuran seluruh perdagangan termasuk jasa, tercatat sebesar 13,3 miliar euro, naik dari 4,2 miliar euro pada bulan Mei.
(
jri)