Erwin Aksa (Foto: hipmi.org)
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta pemerintah memodifikasi mekanisme penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Cara ini guna mempercepat penyerapan KUR yang sekarang dianggap masih terlampau rendah.
Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa mengatakan, pihaknya berharap mahasiswa atau pengusaha pemula diberikan kemudahan mengakses KUR dengan jaminan-jaminan yang lebih mudah. "Kami tawarkan kalau bisa ijazah bisa dijaminkan di bank untuk mendapatkan KUR," ujar dia di gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2009) malam.
Usulan ini sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus pelaksana jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati. Menkeu, ujar Erwin, akan membentuk tim untuk mencari solusi agar penyerapan KUR bisa dipercepat.
Menurutnya, Menkeu mengeluhkan penyerapan KUR yang sangat lambat padahal pengusaha skala kecil dan menengah cukup banyak. Erwin mengatakan, penyerapan KUR, salah satunya terkendala persyaratan yang seharusnya bisa dibuat lebih mudah. "Dan kami mengatakan, KUR harus dimodifikasi dengan syarat-syarat yang lebih mudah, khususnya bagi mahasiswa yang jumlahnya sangat besar," papar dia.
Erwin mengatakan, jika ijazah bisa dijaminkan untuk memperoleh kredit, penyerapannya pasti akan lebih besar. Hipmi juga mengusulkan agar target penerima KUR diperluas. "Misalnya mahasiswa yang hampir lulus sehingga penyerapan lebih cepat," katanya.
(Meutia Rahmi /Koran SI/jri)