Industri Pupuk Diharapkan Dekati Sumber Gas

Andina Meryani - Okezone
Senin, 10 Agustus 2009 12:05 wib
Foto: Corbis.
Foto: Corbis.
JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) mengharapkan industri pupuk melakukan konsolidasi dan membangun pabrik baru di lokasi yang dekat dengan sumber gas baru.

Strategi ini dimaksudkan agar dapat lebih mengoptimalkan investasi serta lebih menjamin pasokan gas sebagai feed stock pabrik pupuk tersebut untuk memastikan program revitalisasi pabrik pupuk Indonesia berhasil dengan baik.

"Untuk mengatasi masalah, BP MIGAS berharap industri pupuk melakukan konsolidasi dan membangun pabrik baru di lokasi yang dekat dengan sumber gas baru," ungkap Kepala Divisi Pemanfaatan Minyak dan Gas BP MIGAS Ira Miriawati, seperti dikutip dari situs BP MIGAS di Jakarta, Senin (10/8/2009)

Dia pun menambahkan bahwa BP MIGAS tetap memprioritaskan pasokan gas untuk pabrik pupuk dan selalu berusaha memenuhi kebutuhan gas untuk pabrik pupuk existing. Namun saat ini BP MIGAS dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menghadapi tantangan dalam hal penyediaan gas, antara lain adalah penurunan produksi secara alamiah yang terjadi di berbagai lapangan gas di Indonesia dan temuan cadangan gas baru yang cukup besar tidak berada di sekitar pabrik pupuk eksisting.

"Cadangan gas yang besar justru ditemukan di frontier area seperti Tangguh, Masela, Natuna," tambahnya.

Kebijakan Program Revitalisasi Pabrik Nasional sebagai salah satu upaya  menciptakan ketahanan pangan nasional. Program tersebut meliputi pembangunan pabrik pupuk baru untuk menggantikan pabrik pupuk yang sudah tua dan tidak effisien dari segi konsumsi energi di lokasi PT Pupuk Kalimantan Timur, PT PUSRI, PT Pupuk Kujang dan Petrokimia Gresik. (rhs)
TWITTER »
twit