BANGKOK - Pertemuan Menteri-Menteri Perekonomian ASEAN (AEM) ke-41 dan sejumlah pertemuan terkait digelar di Bangkok, Thailand. Tema yang diusung: "Berjalan Beriringan, Bekerja Bersama menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC)".
Pertemuan AEM dianggap penting untuk menentukan arah kebijakan ekonomi di antara negara-negara anggota ASEAN pada 2015 dan juga untuk menyusun pedoman hubungan di antara negara-negara ASEAN dan dengan mitra dialog lainnya. Beriringan dengan pertemuan AEM, Kesepakatan Investasi ASEAN-China juga akan ditandatangani.
Wakil Perdana Menteri Thailand Korbsak Sabhavasu, yang memimpin upacara pembukaan, mengemukakan keyakinannya bahwa tujuan AEC tak lama lagi dapat direalisasikan di masa mendatang.
"Ini tidak diragukan lagi akan menciptakan pasar tunggal yang sesungguhnya dan basis produksi di mana barang-barang, jasa, dan investasi kita dapat mengalir bebas di seluruh kawasan dan menguntungkan masyarakat kita," papar dia dalam upacara pembukaan, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (14/8/2009).
Menurut dia, pencapaian AEC pada 2015 bukanlah akhir dari tujuan, karena ASEAN harus memikirkan pandangan dan impian negara-negara Asia Tenggara setelah AEC terealisasi.
"Setelah realisas AEC, organisasi kawasan ini harus memperkuat kelembagaan ASEAN, termasuk Dewan Masyarakat ASEAN, Komite Perwakilan Permanen, dan Sekretariat ASEAN," cetusnya.
Terpisah dari pertemuan menteri-menteri ekonomi, Sabtu esok Thailand akan menjadi tuan rumah pertemuan AEM plus tiga (China, Jepang, dan Korea Selatan, dan pertemuan plus enam (China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan India).
Sebelum pembukaan hari ini, Rabu lalu para pejabat tingkat tinggi dari 10 negara anggota ASEAN telah memulai diskusi dan menyusun kebijakan-kebijakan ekonomi dan topik-topik yang akan dibahas para menteri.
Sementara pada hari Kamis, para menteri ekonomi ASEAN serta Menteri Perdagangan dan Industri India Anand Sharma menandatangani kesepakatan perdagangan bebas (FTA) untuk barang-barang, setelah selama enam tahun menandatangani negosiasi.
(
jri)