Ilustrasi
JAKARTA - Kendati kajian terhadap rencana holding BUMN telah dilakukan sebelumnya dan memutuskan PT Mandiri Sekuritas menangani rencana holding tersebut. Tetapi, review dilakukan kembali atas kajian tersebut, sehingga belum pasti apakah Mandiri Sekuritas yang akan menangangi holding ini atau tidak.
"Eksekusi dari pemerintah belum ada, ini direview kembali, dan belum tuntas hingga saat ini," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk (KAEF) M Syamsul Arifin di Jakarta, kemarin, Jumat (14/8/2009).
Saat ini, ia menuturkan tim yang diketuai oleh Direktur Keuangan dan SDM Indofarma Deden Edi Soetrisna tengah melakukan kajian ulang atas hal ini. Padahal, sebelumnya, kajian atas rencana holding ini telah rampung dikerjakan. Pada kajian sebelumnya tersebut, PT Mandiri Sekuritas telah ditunjuk untuk menanngani holding ini.
Ia juga mengungkapkan rencana pembentukan holding (konsolidasi/merger) BUMN farmasi belum dapat teralisi pada tahun 2009 ini. Kemungkinan, holding akan bisa terwujud pada tahun depan.
"Tugas kabinet yang baru ini tugasnya itu. Sampai akhir tahun itu belum akan terjadi, mungkin tahun depan kalau kajian ini cukup feasible," paparnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan KAEF Rusdi Rosman menambahkan, holding BUMN farmasi tersebut menunggu selesainya semester I 2009. Pasalnya, jika konsolidasi dilakukan, data yang dipergunakan adalah data semester I tersebut.
"Holding farmasi tunggu semester I selesai sehingga barometer keuangan diambil dari semester I. Kalau dilakukan konsolidasi, pakai cut off data semester satu tersebut. Selanjutnya apakah akan ditunjuk Mandiri Securitas atau yang lain akan dipertimbangkan lagi," jelasnya. (wdi) (rhs)