BPS Keberatan Angka Kemiskinan Versi Bank Dunia

Selasa, 18 Agustus 2009 13:59 wib | Ahmad Nabhani - Okezone

Logo BPS. Dok BPS Logo BPS. Dok BPS JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) keberatan dengan data yang dilansir dari Bank Dunia, bahwa angka kemiskinan Indonesia 2008 hingga 2009 mencapai 90 juta jiwa hingga nyaris 100 juta.

"Metodologi yang diaplikasikan oleh BPS melalui pendekatan konsumsi dan sangat berbeda dengan metodologi Bank Dunia," kata Kabiro Humas dan Hukum BPS M Sairi Hasbullah kepada wartawan, di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (18/8/2009).

Menurutnya, berdasarkan data BPS antara kurun waktu Maret 2008 ke Maret 2009 telah terjadi penurunan angka kemiskinan yaitu 34,96 juta jiwa menjadi 32 juta jiwa.

Bahkan, dia menilai, selama ini terjadi salah pemahaman dalam membaca angka kemiskinan di beberapa para pengamat dan politisi. Pasalnya, patokan mereka kategori kemiskinan adalah mereka yang memiliki pendapatan per kapita per hari sebesar USD2.

Padahal batas garis kemiskinan dalam dolar yang digunakan bank dunia bukan dalam pengertian kurs atau exchange rates di masing-masing negara tetapi purchasing power parity (PPA). Artinya, dengan USD1 dibelanjakan di Amerika, maka dihitung nilai setara dalam rupiah jika barang dan jasa itu diperoleh di Indonesia.

Sairi menambahkan, selama ini Bank Dunia mengambil data dari BPS. Jadi tidak benar, bila mereka memiliki data tentang kemiskinan, karena selama ini data tersebut diambil dari BPS dan di olah-oleh mereka.

Lebih lanjut, ukuran kemiskinan yang dipakai di Indonesia terbilang relatif moderat. Bahkan garis kemiskinan di Indonesia jauh lebih layak dibandingkan ukuran nasional yang diaplikasikan di China dan India dengan nilai di bawah USD1 PPP. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป