Foto: Corbis
BERLIN - Tingkat kepercayaan investor Jerman untuk bulan Agustus mencapai rekor tertinggi setelah pekan lalu negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu melaporkan telah keluar dari resesi.
Hasil survei yang dirilis ZEW kemarin menyatakan, indeks kepercayaan investor naik 16,6 poin menjadi 56,1 poin,melebihi ramalan ekonom pada survei Dow Jones yang hanya menempatkan 47,3 poin. Data dari ZEW juga lebih tinggi dibandingkan jajak pendapat Reuters yang hanya di kisaran 45 poin. Kamis (13/8/2009) lalu pusat statistik federal Jerman Destatis mengumumkan produk domestik bruto (PDB) negara itu naik 0,3 persen pada kuartal II-2009 dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Ini bukan alasan atau euforia. Perekonomian Jerman tergantung pada perkembangan ekonomi global dan akan pulih secara bertahap," kata Chairman ZEW Wolfgang Franz di Berlin kemarin. Hasil survei ZEW ini langsung berpengaruh pada nilai tukar mata uang euro yang kemarin menguat terhadap yen dan dolar Amerika Serikat (USD). Sebelum data indeks kepercayaan diumumkan, harga komoditas seperti minyak juga terimbas dengan berada di kisaran USD67 per barel.
Sejumlah analis berpendapat, data tersebut akan berguna bagi perusahaan yang ingin mengetahui pandangan terhadap ekonomi global, termasuk apakah krisis ekonomi sudah memasuki masa terburuk dan masa pemulihan. Indeks kepercayaan investor juga mendatangkan sentimen positif ke lantai bursa Eropa yang kemarin naik 0,6% setelah selama beberapa hari sebelumnya melemah.
"Indeks menuju ke arah tertinggi dan kami melihat kembali risiko mata uang," kata Arne Lohmann, kepala analis pada Danske Bank di Kopenhagen."Kami pikir ZEW bisa memberikan data yang akan mengejutkan sekaligus mengonfirmasikan bahwa siklus pemulihan sudah pada tempatnya dan akan berlanjut,"tambah dia. Pada pukul 08.00 GMT, euro menguat 0,3 persen terhadap dolar menjadi USD1,4121 per euro setelah sehari sebelumnya hanya berada di kisaran USD1,4045.Adapun nilai tukar yen naik satu persen terhadap euro menjadi 134,35 yen per euro.
Penguatan juga terjadi pada dolar Australia yang kemarin naik 0,5% terhadap dolar AS atau di kisaran USD1,8249 per dolar Australia. Penguatan ini diperkirakan sebagai sentimen dari pernyataan Bank Sentral Australia yang sebelumnya menyatakan akan mulai menaikkan tingkat suku bunga acuan jika pemulihan perekonomian domestik berlanjut. (Yanto Kusdiantono/Koran SI/css)