Cost Recovery Naik karena Lapangan Migas Baru Beroperasi

Andina Meryani - Okezone
Kamis, 20 Agustus 2009 20:11 wib
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Foto: Widi Agustian/okezone.com
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Foto: Widi Agustian/okezone.com
JAKARTA - Mulai beroperasinya beberapa lapangan migas baru seperti Lapangan Tangguh dan Blok Cepu sebagai salah satu alasan kenaikan besaran cost recovery dalam RAPBN 2010 yang mencapai USD13,10 miliar.

"Tahun depan kan Tangguh masuk, Cepu juga masuk jadi cost recovery masuk ke situ," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (20/8/2009).

Ditambahkannya, tidak masuk akal jika peningkatan target lifting yang hanya 5.000 bph menjadi 965 ribu barel per hari dibandingkan dengan meningkatnya cost recovery hingga USD2 miliar.

"Itu tidak ada korelasi one to one. Yang namanya cost recovery, saat dia mulai produksi maka akan dimasukkan di cost recovery, mungkin produksinya baru mulai, tapi cost-nya mulai jalan," tukasnya.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan cost recovery dalam RAPBN 2010 sebesar USD13,10 miliar, atau berarti naik dibandingkan cost recovery APBN 2009 yang sebesar USD11,05 miliar. Kenaikan cost recovery hingga USD2 miliar itu hanya diimbangi dengan kenaikan produksi minyak lima ribu barel per hari. (ade)
TWITTER »
twit