Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar. (Foto:Chandra SS/okezone)
JAKARTA - Perum Bulog menaikkan target pengadaan beras hingga akhir tahun menjadi empat juta ton dari target sebelumnya sebanyak 3,8 juta ton.
Penambahan target ini dikarenakan produksi gabah dari petani masih terus berlanjut, serta memperbesar stok beras di gudang Bulog guna mengantisipasi dampak El Nino dan kemarau panjang pada akhir tahun ini.
"Penambahan penyerapan beras sebanyak 200 ribu ton untuk memberikan kesempatan kepada petani menjual beras dan gabah kepada Bulog," ungkap Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar, dalam acara Diskusi 'Polemik Trijaya Network, dengan tema Kemarau dan Stok Beras, di Warung Daun, Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (22/8/2009).
Penambahan pengadaan tersebut, akan memperbesar stok beras di gudang Bulog, sehingga dapat mengantisipasi musim kemarau panjang pada akhir tahun.
"Hingga saat ini, Bulog telah menyerap beras petani sekitar tiga juta ton, sehingga sisa stok lima bulan terakhir diharapkan mampu menyerap sebanyak satu juta ton. Untuk dananya bisa menggunakan dana operasional Bulog," ungkapnya.
Menurutnya, demi keamanan dan ketahanan pangan, Bulog menyanggupi pengurangan keuntungan perusahaan. "Yang penting, faktor ketahanan pangan lebih utama dibandingkan dengan keuntungan perusahaan. Coba lihat di lapangan masih banyak panen yang berlangsung," ujarnya.
Ditegaskannya, panen gadu saat ini masih berlangsung sehingga perlu menambah stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan pengadaan beras Bulog secara keseluruhan. (rhs)