Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Garda Tujuh Kaji Pabrik Urea di Pulau Bunyu

Widi Agustian , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2009 |15:55 WIB
Garda Tujuh Kaji Pabrik Urea di Pulau Bunyu
Pupuk. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - PT Garda Tujuh Tbk (GTBO) tengah mengkaji membuka pabrik pupuk urea di Pulau Bunyu, Kalimantan Timur. Rencananya, pada 2011, pabrik pupuk tersebut mulai bisa berproduksi.

"Rencana pembangunan pabrik pupuk urea itu jangka panjang. Saat ini wacana sudah ada," kata Komisaris Utama GTBO Fakir Chand, usai RUPSLB di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (25/8/2009).

Untuk itu, dia menuturkan, salah satu direktur yang baru diangkat asal India pada hari ini merupakan ahli dalam masalah mengubah batu bara menjadi urea (gasifikasi).

Saat ini, pihaknya tengah mempelajari mengenai prosedur mendirikan pabrik pupuk di Indonesia. Pasalnya, peraturan di Indonesia dan India berbeda mengenai pabrik pupuk. "Masalah legalnya kita sedang pelajari kebijakan pemerintah, kita sedang cek," imbuhnya.

Jika nanti sudah berjalan, hasil urea yang diproduksi akan diperuntukkan bagi ekspor. Pihaknya membutuhkan waktu untuk mengkaji selama enam bulan. Selanjutnya, kemungkinan pembukaan pabrik tersebut bisa dilakukan pada 2010. "Dan gasifikasinya mulai jalan 2011," imbuhnya.

Pada RUPS yang diberlangsungkan hari ini, perseroan memutuskan untuk mengganti posisi direksi dan komisaris. Yakni karena dua komisaris mengundurkan diri dan dua direksi mengundurkan diri.

Selanjutnya, posisi komisaris utama ditempati oleh Fakir Chand, komisaris Baikunuth Nath Tiwari, dan Mastan Signh. Lalu untuk direksi antara lain Dirut Surinder Kumar, Direktur Ratenda Kumar Sritavasta, Narinder Kumar, Simer Deep, dan direktur terafilasi Sharan Pal.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement