Foto: Corbis
MADRID - Pemerintah Spanyol menyatakan, ekonomi pada kuartal II-2009 berkontraksi 1,1 persen. Pencapaian ini lebih buruk dari ramalan ekonom yang memproyeksi terjadi kontraksi satu persen.
"Dibandingkan satu tahun sebelumnya, ekonomi berkontraksi 4,2 persen," kata Lembaga Statistik Spanyol (NSI). Kinerja kuartal II-2009 mengukuhkan ada kontraksi selama empat kali berturut-turut atau satu penuh pertumbuhan minus.Ekonomi Spanyol berkontraksi 1,9 pesren pada triwulan I-2009,tumbuh minus satu persen di kuartal IV-2008, dan mundur 0,3 persen di kuartal III-2008.
Kondisi ini membuktikan bahwa ekonomi Spanyol sangat terganggu oleh ambruknya kredit global sebab pertumbuhan ekonomi Spanyol sangat bergantung pada kredit yang disokong permintaan domestik dan booming sektor properti yang didorong kemudahan akses kredit.
Di London,Asosiasi Bangunan Nasional (NBS) melaporkan harga rumah di Inggris pada Agustus naik 1,6 persen, kenaikan bulanan keempat. Pada Juli lalu harga naik 1,4 persen. Namun,secara tahunan terjadi penurunan harga rumah rata-rata 2,7 persen, terendah sejak April 2008.
Sebelumnya analis meramalkan harga rumah akan stagnan dengan penurunan tahunan di 4,6 persen. Harga rumah didongkrak oleh kurangnya pasokan ke pasar sementara permintaan dari masyarakat Inggris naik.
(Achmad Senoadi/Koran SI/css)