Getting time...

Gila, Laba Bersih Adaro Energy Melesat 1.507%

Minggu, 30 Agustus 2009 17:16 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) hingga semester I-2009 mencatat laba bersih konsolidasi yang ditelaah terbatas (limited review) sebesar Rp2,25 triliun, atau melonjak tajam 1.507 persen atau 16 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2008 sebesar Rp140 miliar. Tingginya harga jual batu bara dan turunnya beban usaha menjadi pemicu peningkatan laba bersih.

"Pencapaiaan per 30 Juni 2009 mencerminkan kemampuan ADRO mempertahankan produksi," kata Presiden Direktur ADRO Boy Garibaldi Thohir, di Jakarta, belum lama ini.

Dia mengatakan, tingginya harga jual rata-rata batu bara pada semester I-2009 memberikan kontribusi pada laba usaha yang mencapai Rp4,931 triliun atau naik 193 persen dibandingkan periode yang sama pada 2008 sebesar Rp1,683 triliun.

Kenaikan harga jual rata-rata juga mengkompensasi penurunan volume produksi dan penjualan selama semester I-2009, sehingga dapat mendorong pendapatan sebesar 64 persen menjadi Rp12,897 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp7,846 triliun.

Boy mengatakan, pada paruh pertama di 2009 volume produksi ADRO tercatat turun satu persen menjdi 18 juta metrik ton (MT) dari periode yang sama tahun sebelumnya 18,26 juta MT.

Hal yang sama terjadi pada volume penjualan yang turun 11 persen menjadi 17,8 juta metrik ton dari periode yang sama pada 2008 sebesar 20,1 juta MT. "Penurunan ini disebabkan kondisi pasar komoditas yang di awal tahun ini memang mengalami pelemahan," katanya.

Di sisi lain, perseroan juga berhasil menekan beban pokok pendapatan dengan  persentase yang lebih rendah yaitu 26 persen pada semester I-2009, sehingga laba kotor naik tajam 182 persen menjadi Rp5,44 triliun dengan marjin kotor menjadi 42 persen atau naik 72 persen dari sebelumnya 24,6 persen. (Whisnu Bagus /Koran SI/ade)
TWITTER »
twit