USD. Foto: Suryadi/Koran SI
JAKARTA - Rencana investasi para Kontraktor KKS (KKKS) produksi pada 2009 adalah sebesar USD12,944 miliar, direncanakan sebesar USD3,37 miliar dialokasikan untuk pengeboran sekira 1.273 sumur.
Dengan nilai investasi sebesar itu, BP Migas-KKKS berharap adanya keterlibatan bank BUMN untuk menjadi sumber dana bagi kegiatan-kegiatan pemboran yang dijalankan oleh penyedia barang/jasa di KKKS tersebut. Terutama untuk memenuhi kebutuhan drilling rig di Indonesia.
Hal tersebut seperti terungkap dalam situs resmi Departemen ESDM, seperti dikutip oleh okezone, Minggu (30/8/2009).
Maka dari itu, BP Migas-KKKS memberikan kesempatan besar kepada seluruh pihak sumber daya nasional yang dapat membantu kelancaran pelaksanaan usaha hulu migas, seperti penyedia barang/jasa bagi para KKKS dan perbankan nasional secara kompetitif.
Keterlibatan perbankan nasional dalam pembiayaan kegiatan hulu migas saat ini masih minim. Perbankan nasional masih melihat proyek pengeboran migas tidak ekonomis karena periode kontraknya yang pendek (tiga tahun). Sedangkan kalangan perbankan menginginkan pola kontrak jangka panjang (multiyears) minimal 5-10 tahun.
Kepala BP Migas R Priyono mengatakan, untuk mengakomodir keinginan kalangan perbankan tersebut maka, BP Migas akan mengubah pola kontrak pengadaan rig pengeboran migas dari jangka pendek menjadi multiyears yang pelaksanaannya dilakukan per satu kawasan yang terdiri dari beberapa wilayah kerja.
Perubahan pola kontrak seperti yang diinginkan kalangan perbankan tersebut memungkinkan perbankan untuk mengucurkan kredit, serta pemakaian rig lebih efisien karena jumlah rig yang digunakan menjadi lebih sedikit. (ade)