Getting time...

LPS Siap Bantu BPK Audit Bank Century

Candra Setya Santoso - Okezone
Senin, 31 Agustus 2009 08:49 wib
Foto:  Koran SI.
Foto: Koran SI.
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka mendukung kelancaran audit investigasi, terkait suntikan dana yang dilakukan LPS terhadap penanganan PT Bank Century Tbk (BCIC).

"Laporan keuangan LPS juga selalu diaudit oleh BPK," kata Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani, dalam acara First Cannel yang digelar Trijyaya FM, Jakarta, Senin (31/8/2009) pagi.

Sejak LPS berdiri di 2005, katanya, sampai dengan 2008, BPK RI selalu memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Karenanya, menurut Firdaus, tidak ada masalah dengan investigasi yang sedang dilakukan kini.

Dijelaskannya, keputusan untuk menyuntik dana sebesar Rp6,762 triliun kepada Bank Century didasarkan atas penilaian (assessment) oleh Bank Indonesia (BI). "Jadi semua suntikan dana tersebut telah sesuai dengan penilaian BI sebagai pengawas bank. Kalau BI menilai rasio kecukupan modalnya kurang delapan persen kita sebagai pemilik akan penuhi," katanya.

Dikatakannya, sejak Bank Century diambil alih pada 23 November 2008, LPS telah menyuntikkan dana empat kali dengan total nilai Rp6,762 triliun. LPS mulai menyuntikkan dananya sebesar Rp2,776 triliun pada 23 November 2008. Suntikkan dana tersebut membengkak dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp632 miliar.

Menurut Firdaus pembangkakan itu karena CAR (capital adequacy ratio/rasio kecukupan modal) yang semula berdasarkan perhitungan 31 Oktober 2008 sebesar -3,25 persen ternyata telah anjlok menjadi -35,92 pada saat diambilalih oleh LPS. Di sisi lain, LPS tak hanya mendorong CAR delapan persen tapi juga mencapai sepuluh persen.

"Ini sesuai dengan UU yang menyatakan LPS boleh menambah modal sehingga CAR menjadi 10 persen. Saat itu, untuk CAR 8 persen dibutuhkan dana Rp2,655 triliun. Tapi kalau 10 persen dibutuhkan dana Rp2,776 triliun," katanya.

Namun pada Desember 2008, LPS kembali menyuntik dana sebesar Rp2,201 triliun untuk menutup kebutuhan likuiditas sampai dengan 31 Desember 2008.
(rhs)
TWITTER »
twit