Dirjen Migas ESDM Evita Legowo. Foto: Widi Agustian/Koran SI
JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mengungkapkan molornya produksi blok Cepu karena terkendala perizinan dari Dirjen Migas Evita H Legowo. Padahal, sebelumnya blok Cepu telah siap beroperasi hari ini.
"Kita masih menunggu izin dari Dirjen migas, untuk sertifikasi peralatannya juga masih menunggu izin Dirjen. Staf kita masih berhubungan dengan Dirjen untuk mengurus izin tersebut," ujar Kepala BP Migas R Priyono, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2009).
Seperti diberitakan sebelumnya, BP Migas mempertanyakan kredibilitas ExxonMobil karena tak kunjung memulai produksi awalnya di Blok Cepu. Sebagai operator, perusahaan migas asal AS tersebut seharusnya memulai produksi awalnya di Blok Cepu sejak Desember 2008.
"Kalau sampai akhir Agustus belum produksi, kita jadi tanda tanya kemampuan dia sebagai operator. Jadi mempertanyakan kredibilitas ExxonMobil dengan segala macam kesulitannya," ungkap Priyono beberapa waktu lalu.
Menanggapi kemungkinan pergantian operator, Priyono menuturkan, pihaknya akan melihat prestasi ExxonMobil dulu. Meski demikian, BP Migas memberikan sinyalemen pembatasan waktu kepada ExxonMobil. (ade)