Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Permasalahan molornya produksi Blok Cepu mendapat sorotan tajam para Anggota Komisi VII DPR. Anggota Komisi VII Gito Ganindito, mempertanyakan kembali jawaban Kepala BP Migas R Priyono yang dianggap kurang masuk akal dan akan mengganggu target produksi di 2010.
Sebelumnya, Kepala BP Migas memang menjanjikan akan memberikan jawaban mengenai Blok Cepu setelah pukul 12.00 WIB pada hari ini.
"Jumat kemarin kita ke lokasi, kami lihat di sana memang belum siap. Kalau gara-gara izin saja saya rasa tidak mungkin. Ini sudah terlalu bertele-tele sekali," ungkap Gito, saat rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR RI, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2009).
Secara pribadi, dia pun mengakui, produksi Blok Cepu memang cukup lama dan terlalu bertele-tele serta sebagai Joint Operating Agreement (JOA) terburuk.
Desakan dari anggota Komisi VII ini meminta BP Migas untuk bersikap tegas terhadap operator Blok Cepu, ExxonMobil, yang dinilai tidak mampu menjalankan operasinya di Blok Cepu.
"Siang ini kita menyiapkan beberapa nama manajemen dari ExxonMobil yang harus diganti, mereka harus pulang," tegasnya. (ade)