Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Nilai impor Indonesia Juli 2009 mencapai USD8,69 miliar atau meningkat 9,48 persen dibandingkan Juni yang mencapai USD50,07 miliar atau menurun 35,83 persen dibandingkan periode yang sama pada 2008.
Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat membacakan inflasi Agustus, di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/9/2009).
Impor nonmigas Juli 2009 mencapai USD6,85 miliar atau meningkat 5,51 persen dibandingkan impor Juni 2009, sedangkan selama Januari hingga Juli 2009 mencapai USD40,82 miliar atau menurun 29,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, impor migas Juli 2009 mencapai USD1,84 miliar atau meningkat 27,4 persen dibanding impor Juni 2009, sedangkan selama Januari hingga Juli 2009 mencapai USD9,25 miliar atau menurun 54,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai impor nonmigas terbesar Juli 2009 masih sama seperti Juni 2009 yaitu tergolong barang mesin atau pesawat mekanik dengan nilai USD1,25 miliar, yang mengalami peningkatan sebesar 1,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga Juli 2009 masih ditempati oleh China dengan nilai USD7 miliar dengan pangsa 17,15 persen dikuti Jepang USD5,2 miliar atau setara 12,74 persen dan Singapura USD4,69 miliar atau setara 11,49 persen. Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,54 persen dari Uni Eropa sebesar 12,28 persen.
Impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari hingga Juli 2009 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan untuk semua golongan yaitu impor barang konsumsi sebesar 29,53 persen, bahan baku atau penolong sebesar 41,75 persen dan barang modal sebesar 6,78 persen.
(ade)