Jembatan Jawa-Sumatra Tiru Jembatan Inggris-Prancis

|

Andina Meryani - Okezone

Jembatan yang menguhubungkan Perancis dan Inggris. (Foto: wildonetours.com)

Jembatan Jawa-Sumatra Tiru Jembatan Inggris-Prancis
JAKARTA - Pemerintah tengah menggodok tiga opsi dalam pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra melalui Selat Sunda. Diharapkan finalisasi penggodokan opsi tersebut akan selesai pada Oktober mendatang.

Demikian disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Infrastruktur dan Pengembangan wilayah Bambang Susantono di sela-sela buka puasa bersama di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (31/8/2009)

Adapun opsi penghubung antara kedua pulau itu adalah pertama dengan membangun jembatan. "Perlu dipikirkan trase sebelah mana jembatan itu perlu diletakkan," ungkapnya.

Opsi kedua adalah dengan membangun terowongan, yang mana itu sudah dilakukan studi awal dan sudah diserahkan pemerintah. Nantinya di dalam terowongan itu akan ada jalur kereta api, sehingga jalur mobil akan berada di atas kereta api tersebut. "Kalau ini jadi bentuknya mirip seperti jembatan yang di Inggris menuju Prancis" tuturnya.

Sedangkan opsi yang terakhir tidak jauh dengan apa yang sudah dilakukan sekarang yaitu dengan mengoptimalisasi kapal ferry yang ada sekarang dengan memaksimalkan jumlah ferry yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Dikatakannya dari ketiga opsi tersebut pemerintah akan mengkaji dengan cermat karena ini merupakan investasi yang sangat besar.

"Kalau tidak hati-hati tentunya akan membebani anggaran di masa mendatang. Jadi prisnsipnya kita memilih opsi yg paling baik dengan return ataupun manfaat yang paling besar untuk pemerintah," tambahnya.

Dia mengatakan, belum ada keputusan mengenai jumlah anggaran yang nantinya dianggarkan untuk membangun penghubung kedua pulau tersebut.

"Jumlahnya masih akan dibicarakan lebih lanjut. Intinya adalah tentu tidak mungkin 100 persen swasta atau tidak mungkin 100 persen pemerintah karena terlalu besar jumlahnya jadi akan ditemukan titik temu," ungkapnya.

Dikatakannya bahwa pembangunan penghubung Selat Sunda sudah tercantum dalam PP no 26 tahun 2008 tentang Kawasan Strategis Nasional yang Harus Ditangani oleh Pemerintah Pusat. "Meski pembangunan jembatan tersebut belum dianggarkan di APBN 2010," pungkasnya.
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Teddy House Jual Boneka Beruang Limited Hingga Rp2 Juta