(Foto: Koran SI)
JAKARTA - PT Pertamina (persero) mengurangi produksi minyak tanah di sejumlah kilang utama seperti Cilacap, Balikpapan, Dumai, Plaju, dan Balongan. Langkah tersebut dilakukan menyusul program konversi minyak tanah ke LPG 3 kilogram.
"Tahun 2008 kuota produksi kerosin 10 juta kiloliter, sekarang tahun 2009 kuota produksi kerosin tinggal 5 juta kiloliter, karena stok produksi kilang makin dikurangi. Nantinya kita akan perbesar di solar dan avtur," ujar VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra beberapa saat lalu di Jakarta.
Tertanggal 3 September lalu, distribusi paket konversi elpiji tabung 3 kg telah melampaui target yang ditetapkan mencapai 77,4 persen, atau lebih tinggi dari target normal sebesar 66 persen.
"Pertamina sudah membagikan sebanyak 18,39 juta paket konversi dari target keseluruhan tahun 2009 sebesar 23,77 juta unit atau sudah mencapai 77,4 persen," tambahnya.
Adapun minyak tanah yang sudah ditarik sepanjang tahun 2009 mencapai 3,26 juta kiloliter. Secara akumulasi, paket konversi LPG 3 kilogram yang dibagikan sejak tahun 2007 sudah mencapai 37,44 juta unit.
Saat ini pelaksanaan program konversi masih berjalan di Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. (jri)