Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melakukan penandatangan kesepakatan (MoU signing) jual beli gas dengan Energy Equity Epic Sengkang Pty Ltd.
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh PGAS Hendri P Santoso dengan CEO Energy Sengkang Brian Allen di sela paparan publik PGAS di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2009).
Dalam MoU tersebut disepakati penjualan LNG dari sumber gas di Sengkang, PSC Block, Selawesi Selatan yang direncanakan untuk keperluan LNG receiving terminal yang akan dibangun oleh PGAS.
"Jadi gas itu (yang dihasilkan Energy Sengkang) akan diberikan ke PGN jika ada kelebihan dari yang diberikannya ke PLN," kata Direktur PGAS Michael Baskoro.
Energy Sengkang mencuplai gas untuk PLN di MAkasar, Sulawesi Selatan. Baru setelah itu, pihaknya baru mengupayakan LNG. Kisaran volume yang diajukan dalam kesepakatan ini adalah sebesar 1,5-5 metrik ton per tahun (mtpa).
"Kalau gas lebih dari yang diserahkan ke PLN, itu juga kalau discovery-nya berhasil, tidak bisa dibilang, misal potensialnya 2 tcf, tapi kisarannya 1,5-5 mtpa," jelasnya.
Pemanfaatan LNG tersebut nantinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri dan diperkirakan akan mulai disalurkan pada 2012 dengan jangka waktu selama lima tahun.
Untuk itu, Energy Sengkang akan melakukan eksplorasi di daerah Sulawesi Utara dan akan berjalan selama 12-18 bulan proyek konstruksi tersebut.
Adapun anggaran belanja modal (capex) yang dibutuhkan untuk proyek ini adalah sebesar USD400 juta-500 juta, yakni untuk menghasilkan gas sebanyak 2-5 juta mtpa. Per bulannya akan bertambah sebanyak 600 ribu mtpa.
"Akan menambah ekslorasi dari Sulsel, nanti akan cukup signifikan, karena belum ada MoU untuk pasok dengan pasar dalam negeri. Kami harap kami dapat gas ini dan dapat segera berjalan," kata Dirut PGAS Hendi P Santoso. (ade)