Foto: Koran SI.
SURABAYA - Pemerintah akan menambah alokasi impor gula mentah (raw sugar) tahun ini sebesar 180 ribu ton untuk menjamin stok gula hingga akhir tahun.
Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan, impor raw sugar rencananya dilakukan sebelum musim giling dan bertujuan mengisi kapasitas cadangan (idle capacity) pabrik gula. "Rencananya impor dilakukan sebelum musim giling yang berakhir pada November nanti," katanya di sela kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (9/9/2009) kemarin.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan (Depdag) Diah Maulida menambahkan, pembagian alokasi impor raw sugar sebanyak 180 ribu ton itu akan dilakukan Departemen Pertanian. Menurutnya, meski sudah ada alokasi impornya, Depdag belum menerbitkan izin impor.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan impor raw sugar untuk industri rafinasi sekitar 1,6 juta ton dan impor gula rafinasi sebanyak 380 ribu ton. "Untuk impor rafinasi oleh industri makanan dan minuman baru terealisasi sebanyak 90 ribu ton," ujar Diah.
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat mengatakan, impor gula boleh dilakukan asal tidak menjadi kebijakan jangka panjang.
"Ya silakan, kalau memang untuk stok Lebaran. Yang jadi prinsip Kadin adalah jangan impor menjadi suatu program yang permanen," kata dia.
Menurutnya, jika keran impor dilakukan untuk jangka panjang, kebijakan tersebut akan menjadi catatan merah pemerintah. "Pasti 100 hari pemerintahan SBY, nanti hal semacam itu akan digaris bawahi," ujar dia.
Sebelumnya, Hidayat mengatakan, pihaknya akan memanggil para pengusaha gula terbesar di Indonesia untuk mengonfirmasi penyebab terjadinya kelangkaan gula di Tanah Air. Namun, dia mengatakan, kemungkinan pertemuan tersebut baru akan dilaksanakan setelah Lebaran.
Mulai Naik
Sementara itu, harga gula selama September 2009 mencapai Rp10.052/kg, naik dari Rp9.028/kg selama Agustus 2009. Di Surabaya sendiri, harga gula berkisar Rp9.400/kg, sehingga termasuk yang terendah dibanding daerah lain. Mendag juga mengklarifikasi, jika kenaikan harga gula di Indonesia bukan karena bulan puasa atau Lebaran tetapi disebabkan harga gula internasional atau dunia yang juga mengalami kenaikan. Pemerintah sendiri memberikan solusi dengan menggelar pasar murah di seluruh provinsi.
Dalam pasar murah tersebut, masing-masing titik pasar akan digelontor tiga hingga tujuh ton gula dengan harga Rp7.500/kg.
Sedangkan untuk pasar murah,Jatim akan mendapat jatah sebanyak 1.950 ton.Selain pasar murah, pemerintah juga akan mengamankan stok gula hingga akhir tahun dengan melakukan revitalisasi pabrik gula kuno se-Indonesia yang bekerja sama dengan kementrian BUMN dan Departemen Perindustrian.
Sementara, untuk bahan pokok lainnya menjelang Lebaran, Mendag juga memastikan sudah mulai stabil. Kendati belakangan sempat terjadi gejolak harga, sudah bisa dikendalikan dan stoknya aman menjelang Lebaran nanti. Ini setelah pemerintah melakukan intervensi tata niaga bahan makanan pokok tertentu, salah satunya seperti gula.
Mendag juga berharap kondisi stabil akan terus berlangsung hingga Lebaran dan setelah Lebaran. "Bagaimanapun kita tetap berupaya menstabilkan harga bahan pokok. Beberapa kebijakan dikeluarkan pemerintah dan semoga efektif untuk menstabilkan harga dan stok bahan pokok," tandasnya. (kukuh setyawan/sandra karina) (Koran SI/Koran SI/rhs)