Getting time...

Ekspor Pupuk

Depdag Tunggu Rekomendasi dari Deptan

Andina Meryani - Okezone
Senin, 14 September 2009 12:40 wib
Pupuk. Foto: Koran SI
Pupuk. Foto: Koran SI
JAKARTA - Departemen Perdagangan (Depdag) tinggal menunggu surat rekomendasi dari Departemen Pertanian (Deptan) untuk melakukan ekspor pupuk yang diharapkan segera terealisasi pada akhir tahun ini. Diperkirakan sekira 500 ribu ton pupuk akan diekspor melalui Pusri Holding.

"Dari Pusri sudah ada permintaan untuk ekspor, kita sedang menghitung dulu. Tinggal kita keluarkan surat rekomendasinya saja," ujar Menteri Pertanian Anton Apriantono, saat inspeksi mendadak ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Senin (14/9/2009).

Dengan demikian, Depdag hanya tinggal menunggu surat rekomendasi tersebut yang diharapkan selesai sebelum akhir tahun. "Ya sebelum akhir tahunlah, kita sedang menunggu" tegas Mendag Mari Elka Pangestu, dalam kesempatan yang sama.

Sekadar informasi, stok pupuk dalam negeri menumpuk sekira satu juta ton karena rendahnya daya serap dalam negeri yang hanya sekira 75-80 persen. Sehingga dibutuhkan kebijakan ekspor pupuk untuk mengurangi biaya penyimpanan stok yang tidak terserap tersebut.

Seperti dikatakan Sekertaris Kementerian Negara BUMN Said Didu beberapa waktu lalu, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian, stok pupuk dalam negeri harus terjaga sebesar 300 ribu ton, sehingga diperlukan kebijakan ekspor segera.

Jika kebijakan tidak dikeluarkan maka penumpukan stok tersebut akan meningkatkan biaya harga penjualan pupuk dan akan membebani subsidi pemerintah.

Adapun kelebihan stok sebesar satu juta ton ini komposisinya 600 ribu ton berada di Pupuk Kaltim, sementara sisanya di Pusri dan Petrokimia Gresik. (ade)
TWITTER »
twit