Foto: Koran SI.
JAKARTA - Rating PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengalami penurunan dari neutral menjadi underperform. Hal ini dikarenakan pendapatan perseroan yang mengalami pelemahan.
"Kami menurunkan rating Bakrie Telecom (BTEL) dari neutral menjadi underperform dengan target harga Rp110 dari sebelumnya Rp130," kata Retail Research Analyst PT CIMB Securities Indonesia Mastono Ali, dalam rekomendasi hariannya di Jakarta, Selasa (15/9/2009).
Dia menjelaskan, kinerja perseroan selama kuartal II-2009 sangat mengecewakan. Walaupun perseroan mengadakan ekspasni coverage dari 69 nmenjadi 73 kota.
"Annualized laba bersih inti 46 persen di bawah ekspektasi kami dan 70 persen di bawah konsensus akibat pendapatan yang lebih lemah meskipun ekspansi coverage dari 69 menjadi 73 kota," jelasnya.
Sementara itu, dia mengungkapkan, pihaknya mempertahankan rating overweight untuk sektor semen dengan melihat penjualan yang kuat pada Agustus 2009 yang mengkonfirmasi konsumsi domestik.
"Utilisation sudah cukup tinggi, sehingga akan menjaga harga dan potensi pertumbuhan sales dan margin," paparnya.
Untuk itu, pihaknya memberi rating outperform untuk ketiga saham semen, PT Holcim Indonesia tbk (SMCB), PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)dan PT Semen Gresik Tbvk (SMGR) masing masing dengan target harga Rp1.500, Rp10.500 dan Rp6.700. (rhs)