Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Foto: Widi Agustian/okezone.com
JAKARTA - Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro hingga saat ini belum menerima surat tembusan dari PT Pertamina (Persero) ke BP Migas yang meminta untuk menjadi operator pengganti di Blok Cepu.
Purnomo pun mempertanyakan kepada Pertamina mengenai alasannya saat menunjuk ExxonMobil sebagai operator di Blok Cepu karena hal tersebut dilakukan melalui mekanisme B2B.
"Kita belum terima surat apapun dari Pertamina. Kita juga mempertanyakan kenapa Pertamina mau menunjuk mereka menjadi operator saat itu. Itu kan B2B antara mereka," tukas Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, usai Rapat Kerja terakhir dengan Komisi VII, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2009).
Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) memberikan lampu hijau kepada Pertamina untuk mengambil alih menjadi operator Blok Cepu yang sebelumnya dipegang oleh ExxonMobil.
Pasalnya, operator ExxonMobil dinilai tidak menjalankan komitmennya karena target produksi yang semula Agustus 2009 tetap saja molor dari jadwal.
Adapun produksi minyak dari Blok Cepu sebanyak empat kilang diharapkan bisa beroperasi secara optimal. Pertamina pun sedang dalam proses clean up blok tersebut.
Dirut Pertamina Karen Agustiawan beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa kemungkinan produksi dari Blok Cepu tersebut bisa mencapai 20 ribu per hari. (ade)