Foto: Koran SI.
JAKARTA - South East Asian Strategic Assets Fund (SEASAF), yang dikelola oleh CIMB Standard, telah mengakuisisi saham salah satu unit dari Babcock & Brown (B&B), yaitu Babcock & Brown Asia Infrastructure Fund (BBAIF) yang berpusat di Thailand.
"Rencana membuka kantor di Jakarta pada akhir 2009," kata ujar Chief Executive Officer CIMB Standard Johan Bastin dalam keterangan tertulis yang diterima okezone di Jakarta, Kamis (17/9/2009).
Berdiri pada November 2007, BBAIF merupakan unit pendanaan infrastruktur yang dibiayai bersama oleh Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) dan B&B. Unit ini memfokuskan diri pada investasi di negara berperingkat di Asia.
B&B merupakan perusahaan investasi internasional yang memiliki spesialisasi di bidang pendanaan dan pengelolaan aset dengan kemampuan pengelolaan keuangan terstruktur, dengan kreasi, sindikasi dan pengelolaan aset serta arus dana berdasarkan investasi.
B&B telah membangun platform pengelolaan dana melalui empat divisi operasional yang meliputi perumahan, infrastruktur, penyewaan operasional, pembiayaan korporasi dan struktural. Keempat divisi operasional ini menghasilkan sejumlah investasi di bidang perumahan, energi terbarukan, dan infrastruktur. B&B masuk ke dalam mekanisme voluntary administration pada Maret 2009.
"Dari segi geografis dan strategi investasi, akusisi terhadap Asia Infrastructure Fund (AIF) melengkapi dua unit dana lainnya yang sudah kami kelola. Melalui akuisisi ini, secara efektif kami menguasai kantor BBAIF di Bangkok yang secara langsung menegaskan keberadaan kami di Thailand, salah satu pangsa pasar SEASAF," jelasnya.
Akuisisi ini merupakan kelanjutan dari transaksi yang dilakukan di bulan Juli oleh CIMB Standard terhadap Islamic Infrastructure Fund (IIF). Transaksi ini dilakukan bersama dengan ADB dan IDB, sebagai investor sponsor, dengan jumlah pendanaan USD500 juta.
Akuisisi ini juga merupakan hasil dari kesuksesan SEASAF, pendanaan pertama yang dilakukan oleh CIMB Standard yang dilaksanakan pada bulan Maret 2006 dengan jumlah USD147 juta. Pendanaan ini berfokus pada investasi di sektor energi dan infrastruktur di ASEAN.
"Memiliki kantor di Bangkok merupakan hal yang strategis dan langkah selanjutnya adalah membuka kantor di Jakarta pada akhir tahun ini. Kami juga berencana untuk memperluas jaringan bisnis ke Asia bagian tengah pada tahun 2010," kata Johan. (rhs)