Getting time...

IMF: Dampak Krisis Terasa Tujuh Tahun

Kamis, 24 September 2009 07:55 wib
(Foto: allamericanpatriots.com)
(Foto: allamericanpatriots.com)
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan bahwa dampak krisis finansial global akan mengganggu pertumbuhan ekonomi setidaknya selama tujuh tahun ke depan. IMF pun menyarankan reformasi struktural guna mengurangi kerusakan tersebut.

"Tipikalnya krisis perbankan memiliki dampak jangka panjang terhadap tingkat output ekonomi, walaupun pertumbuhan pada akhirnya pulih. Rendahnya penyerapan tenaga kerja, investasi dan produktivitas semuanya berkontribusi pada turunnya output," ungkap IMF dalam World Economic Outlook (WEO) yang dirilis para ekonomnya.

Kesimpulan itu dipaparkan dalam laporan yang dikeluarkan menjelang pertemuan tahunan badan tersebut di Istambul awal Oktober mendatang. Para ekonom IMF merujuk pada 88 krisis perbankan selama empat dekade terakhir di sejumlah negara.

Penurunan output dalam jangka menengah setelah krisis perbankan dinilai substansial. Tujuh tahun setelah krisis, output secara relatif akan turun mendekati 10% secara rata-rata. Bertahannya efek krisis perbankan tersebut dinilai timbul dari turunnya output ekonomi di awal krisis, yang kemudian diikuti melemahnya investasi dan naiknya pengangguran.

"Output per kapita tidak kembali pulih pada level sebelum krisis karena kapital per pekerja, tingkat pengangguran dan produktivitas umumnya tidak kembali ke level sebelum krisis dalam tujuh tahun setelah krisis terjadi," jelas para ekonom IMF.

Lebih lanjut, IMF menyatakan bahwa hasil kajian itu memunculkan saran agar kebijakan makroekonomi domestik yang proaktif diperlukan dalam jangka pendek untuk memitigasi penurunan outputdalam jangka menengah. (Koran SI/Koran SI/jri)
TWITTER »
twit