Logo Pertamina. Foto: okezone.com
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menjamin biaya investasi pengelolaan Blok Cepu akan jauh lebih rendah jika Pertamina dipercaya menjadi operator utama dalam pengembangan lapangan Banyu Urip, Cepu.
Saat ini lapangan Banyu Urip Cepu yang dikelola oleh anak perusahaan Exxon Mobil, Mobil Cepu Limited, menganggarkan biaya investasi sebesar USD2,5 miliar dengan potensi pembengkakan hingga USD3 miliar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pertamina EP Salis Aprilian, di sela-sela acara halal bihalal, di kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/9/2009).
Dia pun mencontohkan, dalam pengeboran sumur Sukowati yang dilakukan oleh Pertamina EP hanya membutuhkan dana sekira USD5 juta-6 juta per sumur.
Sedangkan untuk pengeboran sumur di Cepu dibutuhkan dana hingga USD12 juta-USD15 juta per sumurnya. "Yang jelas kalau Pertamina enggak ada bule, gajinya lebih kecil," ujarnya.
Dia menjelaskan sebenarnya untuk melakukan pengeboran sumur minyak di wilayah Jawa, rata-rata biayanya tidak jauh berbeda. Apalagi lokasi Sukowati dan Cepu juga tidak terlalu jauh.
"Rata-rata biaya biasanya sama kalau di Jawa. Lagipula Banyu Urip dengan Sukowati juga berdekatan," pungkasnya. (ade)