Getting time...

Terbuka Peluang Ekspor Batu Bara ke China

Andina Meryani - Okezone
Selasa, 29 September 2009 15:36 wib
Foto: Koran SI.
Foto: Koran SI.
JAKARTA - Peluang ekspor batu bara saat ini datang dari China. Pada kuartal terakhir tahun ini, China akan mengurangi volume ekspor batu baranya karena peningkatan permintaan dalam negerinya yang meningkat.

"Saya dengar terakhir kuartal empat, ekspor yang tadinya 40 juta ton drop ke 20 juta ton karena kebutuhan dalam negeri meningkat," ujar Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Bob Kamandanu, di sela-sela acara Halal Bihalal IMA, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (29/9/2009)

Dengan melihat peluang tersebut artinya impornya akan bertambah. Sebagai negara produsen yang paling dekat Indonesia dan Australia jelas memiliki peluang lebih besar dan itu harus dijadikan sebagai peluang yang harus ditangkap oleh Indonesia.

"Memang Australia batu baranya bagus, tapi seringkali tidak cocok di harga," tambahnya

APBI juga tengah mengupayakan digaetnya nilai tambah dari ekspor batu bara Indonesia ke luar negeri. Selain melalui Indonesian Coal Index (ICI), APBI juga sedang menjajaki bekerja dengan bursa berjangka untuk mengumumkan seluruh kontrak penjualan yang terjadi di Indonesia.

"Nantinya harga batu bara Indonesia bisa menjadi acuan ke depannya. Sekarang kita eksportir terbesar di dunia, tetapi masih mengacu kepada Newcastle. Mungkin bisa siap dalam satu atau dua tahun ke depan," ungkap Bob

Adapun, total produksi batu bara dalam negeri hingga Agustus 2009 menurut catatan APBI adalah 172.039.591 ton yang mana penjualan untuk domestik sebesar 34.767.029 ton dan ekspor 137.272.562 ton.

"Masih 58 juta ton lagi untuk mencapai target 230 juta ton. Saya yakin bisa tercapai target itu, bahkan diharapkan bisa melampaui target sampai 250 juta ton," tuturnya

Selain itu, dengan melihay persiapan saat ini, dirinya optimis target tahun depan bisa mencapai 270 juta ton dari 70 perusahaan anggota APBI. (rhs)
TWITTER »
twit