Perusahaan Asing Minati Pembangkit Listrik di Bogor

Andina Meryani - Okezone
Selasa, 6 Oktober 2009 15:54 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Proyek pembangunan pembangkit listrik hydro 1.000 MW di Cisokan I, Bogor menarik minat beberapa perusahaan asing untuk berinvestasi di sana. Adapun dana investasi untuk pembangunan tersebut diperkirakan USD2 juta per 1 MW.

"Investasinya besar sekali. Sudah banyak yang daftar dari negara-negara maju seperti China, Jepang, dan Jerman," ujar Vice Chairman Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Djoko Winarno, seusai Konferensi Pers the Energy and Mining Indonesia Series of Trade Exhibitions 2009, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (6/10/2009).

Dikatakannya, Indonesia memiliki potensi pembangkit listrik Hydro yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, yang paling potensial untuk dibangun adalah di daerah Sumatra dan Jawa.

Mengenai harga jual listrik tenaga hydro ini, diperkirakan akan lebih murah daripada harga jual listrik dengan bahan-bakar lain, yaitu hanya sekira 4 sen dolar Amerika. "Yang mahal alat beratnya, harga jual listriknya murah. Kan airnya enggak beli," tambahnya.

Selain itu, pascapengesahan UU Ketenagalistrikan bulan lalu oleh DPR juga membuat sejumlah perusahaan dalam negeri untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik di sejumlah daerah dengan tenaga yang lebih kecil. "Sejak UU disahkan, sudah ada 75 kontrak baru pembangunan mini hydro di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Pembangkit listrik mini hydro ini hanya sekira kurang dari 10 MW dengan investasi hanya USD 1.500 per MW. "Besarnya investasi tergantung dari lokasi, kira-kira USD1.500 per MW," tukasnya.

UU Ketenagalistrikan sendiri sudah ditandatangani oleh Presiden SBY dengan Nomor 30/2009. (ade)
  • fedrik » 0 Tanggapan
    Saat nya kita mandiri ENERGI... sebab banyak sekali sumberdaya yang ada di bumi indonesia.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nasirudin djunaid » 0 Tanggapan
    kita banyak mempunyai sumber2 daya untuk pembangkit energy listrik seperti air, air laut, hydrothermal, tenaga angin dll. sudah saatnya kita kembangkan sendiri teknologi berbasis SDM Indonesia asli, tidak saja untuk menambah daya kelistrikan nasional, tetapi juga agar penyebaran lebih merata terutama untuk daerah2 terpencil yang belum terjangkau dengan jaringan listrik nasional. apalagi kalo sekaligus dikembangkan dengan memanfaatkan energi terbarukan.sekaligus bisa meningkatkan pengetahuan dan teknologi agar tak tergantung pada teknologi impor. Dr.- Ing. Nasirudin Djunaid Direktur Sentra Inovasi dan Alih Teknologi (SIDAT) djunaid_2000@yahoo.com
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit