Foto: Koran SI.
JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sedang mencari partner untuk menggantikan Russian Alumunium (Russal) dalam pembangunan proyek di Tayan, Kalimantan Barat.
Hal ini dilakukan apabila memang Russal sudah tidak lagi serius mengeksplorasi proyek di Tayan. Selama ini proyek di Tayan harus memang dikerjakan oleh Antam dan Russal, dan kontrak Russal akan segera berakhir pada akhir tahun ini.
"Kita (BKPM) minta ke Antam untuk mengerjakan itu sendiri proyek Tayan atau mencari patner lagi," tegas Kepala BKPM M Lutfi di sela-sela Seminar dan Workshop Peluang dan Tantangan Industri dalam Peningkatan Nilai Tambah Mineral Batu Bara Indonesia, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
Oleh karena itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta Russal segera mengambil keputusan apakah tetap berminat di proyek Tayan atau tidak.
"Kita tidak mungkin langsung memutuskan sepihak kontraknya di Tayan. Kan ada kontraknya, mereka sudah komitmen sampai akhir tahun ini. Nah sekarang saya lagi coba untuk mengontak mereka untuk melihat keseriusan mereka," ungkapnya.
Diharapkan, keputusan dari Russal akan sudah ada sampai akhir tahun ini dibarengi kepastian siapa yang bakal mengembangkan Tayan. "Mudah-mudahan keputusannya sudah ada sampai akhir tahun ini," tukasnya. (ade)