Foto: Corbis
FRANKFURT - Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level terendah satu persen hingga 16 negara pengguna euro memasuki zona pemulihan adikrisis terburuk sejak Perang Dunia Kedua itu.
Kebijakan serupa juga diperkirakan dilakukan oleh Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) dengan tidak mengubah suku bunga acuan di level 0,5 persen. Sebanyak 82 ekonom yang dimintai pandangannya dalam poling Reuters menyatakan,pertemuan Dewan Gubernur ECB di Venesia, Italia, hari ini diperkirakan akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah hingga 2010.
Ramalan para ekonomi itu senada dengan Anggota Dewan Gubernur ECB Gertrude Tumpel-Gugerell yang pada awal pekan ini di Austria menyatakan,saat ini sikap ECB terhadap kebijakan moneter adalah "tepat." Pernyataan ini diperkuat Dewan Gubernur ECB lainnya Axel Webber pada pertemuan di Istambul, Selasa lalu.
Menurutnya, zona Eropa diperkirakan keluar dari resesi pada kuartal ketiga tahun ini meski pemulihan tersebut tidak akan terbebas dari risiko. "Kami melihat harapan dan risiko penurunan tetap ada," ujar Webber, yang juga Gubernur Bank Sentral Jerman Bundesbank itu.
Baik Webber maupun Tumpel- Gugerell menyatakan, langkah yang diambil ECB dalam meningkatkan pertumbuhan, termasuk pasokan besar uang tunai di perbankan zona Eropa, harus tetap dilaksanakan sampai pemulihan itu terjamin.
Di Inggris dipertahankannya kebijakan suku bunga di level terendah akan dibarengi dengan kucuran kredit melalui skema quantitative easing (QE) senilai USD287 miliar yang sudah berjalan sejak awal tahun ini.Dengan QE, otoritas moneter Inggris juga memiliki keleluasaan membeli surat-surat utang dari institusi komersial.
"Komite Kebijakan Moneter (MPC) sepertinya akan menjaga kebijakan pada pertemuan Kamis ini, secara spesifik kami berharap suku bunga bertahan di level 0,5% dengan target QE tetap USD287 miliar," kata ekonom Investec Securities Philips Shaw.
Sementara itu, membaiknya harapan pemulihan disertai isu dolar AS bukan lagi cadangan mata uang tunggal dunia telah membuat euro menguat hingga 1,474 per dolar,tertinggi dalam dua pekan.
(Yanto Kusdiantono/Koran SI/css)