Foto: Corbis.
JAKARTA - Kas PT Indika Energy Tbk (INDY) pascaakuisisi PT Petrosea Tbk (PTRO) dan selepas tender offer menjadi sebesar USD270 juta. Sebelumnya, pada akhir Juni 2009 lalu, kas perseroan masih tercatat sebesar USD400 juta.
"Biaya untuk akuisisi dan tender offer lebih dari USD100 juta," ujar Direktur Keuangan INDY Aziz Armand, dalam acara Halal Bihalal di Kembang Goela, Jalan Soedirman, Jakarta, Kamis (8/10/2009).
Selanjutnya, dia menuturkan, kas yang tersisa sebesar USD270 juta tersebut akan dipergunakan untuk melakukan pengembangan bisnisnya. Di mana saat ini, bisnis perseroan ada tiga, power plant, resources dan mining contractor. Sayangnya dia tidak menjelaskan bagaimana cara pengembangan bisnisnya tersebut nanti dilakukan, apakah dengan akuisisi atau ekpansi.
Dirinya juga masih bungkam mengenai rencana akuisisi Berau Coal. Dimana INDY telah melakukan penwaran untuk mengambil saham Berau. Dalam mendapatkan saham ini, INDY bersaing dengan perusahaan tambang Multiinternasional, antara lain Peabody Energy dari AS, Banpu Public Company Ltd asal Thailand, serta Xtrata perusahaan gabungan Ingrris dan Swiss.
"Saya tahu, tapi saya tidak mau menjawabnya," imbuhnya.
Walau demikian, dia menuturkan, pihaknya masih akan mencari perusahaan yang memiliki potensi yang bagus. Masalah dana menurutnya tidak akan masalah jika pihaknya sudah cocok dengan salah satu target akuisisinya.
"Kita akan selalu mencari, nanti akan dilakukan kalau prinsipnya bagus dan harganya cocok. Kalau targetnya jelas, kita akan siapkan dananya," imbuhnya.
Sementara untuk revenue, sejauh ini perseroan masih berada pada on track. Awalnya, perseroan manargetkan pendapatan sebesar USD180 juta untuk semester I-2009, tapi nampaknya pertumbuhan revenue tersebut akan naik signifikan, antara lain karena adanya kontribusi untuk revenue dari Petrosea.
Tetapi, pada semester I 2009 saja, dia mengaku mencatatkan revenue sebesar USD170 juta. Sementara itu, pada 2008 lalu pendapatan perseroan adalah sebesar USD240 juta. (rhs)