Foto: Koran SI.
JAKARTA - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) bakal menerbitkan mandatory exchange bond (MEB) senilai USD368 juta untuk membiayai akuisisinya atas Camilo Eitzen & Co ASA (CECO).
Lalu pemegang saham CECO nampaknya akan menjadi pembeli MNB tersebut. Walau demikian, BLTA mengaku tidak akan terjadi perubahan pengendali perusahaan pengapalan tersebut.
"Akuisisi itu tidak akan mengurangi kas, karena kita tidak akan menggunakan likudiitas," kata Direktur Keuangan BLTA Kevin Wang dalam Analyst Meeteing & Press Conference, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (13/10/2009).
Dia menjelaskan, dana sebesar USD168 juta akan dipergunakan untuk membiayai akuisisi tersebut. Di samping itu, senilai USD200 juta akan dipergunakan untuk pengembangan domestik. "MEB ini dibantu oleh finansial intitusion dari Norwegian, Plato Market," jelasnya.
Selanjutnya, dia menuturkan, jika setengah dari MEB tersebut sudah ada peminatnya. Yakni pemegang utama saham BLTA (PT Tunggal Adhi Bastara, 54 persen), pemegang saham utama CECO (Eitzken), dan investor bank. "Kalau investor perbankannya masih dalam pembicaraan," jelasnya.
Selanjutnya, dengan demikian, maka Eitzen yang merupakan induk CECO bakal memiliki saham sebanyak 20 persen di BLTA. "Tapi change control tetap akan ada di kita, itu tidak akan berubah," kata Presdir Widihardja Tanudjaja saat ditemui usai paparan publik.
"Simple-nya, saat ini market value BLTA USD520 juta dan saham mereka yang dinilai USD168 juta mereka akan memiliki 19 persen di BLTA, Tapi secara kombinasi kita jauh lebih besar. Lalu dari USD688 juta, investor yg USD200 juta akan memiliki 23 persen di BLTA. Total 42 persen, Tapi kita masih akan memiliki 58 persen," paparnya.
"CECO jumlah sahamnya 42 juta saham, kita dalam rencana ini, valountry offer membeli 95 persen, kalau dapatnya sedikit tanggung untuk kita, Dengan 95 persen itu, kita akan efektif kontrol dan akan menjadi remender 42 juta saham itu," paparnya.
Pihaknya menargetkan rencana tersebut sudah dapat close pada pertengahan atau akhir November mendatang. "Kalau lancar, kita akan tahun ini juga. Sebelum desember, pertengah desember libur akhir tahun. Kalau semuanya lancar. Ada beberapa point yang kita kerjakan," tukasnya.
(rhs)