Getting time...

Dunia Usaha Perlu Kepastian Kestabilan Rupiah

Andina Meryani - Okezone
Kamis, 15 Oktober 2009 17:21 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - Dunia usaha memerlukan kepastian dari pemerintah untuk dapat menjaga kestabilan rupiah. Hal ini diperlukan agar kestabilan dalam dunia usaha bisa terjaga.

Penguatan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini dirasakan dapat sedikit membahayakan dunia usaha. Karena jika rupiah terlalu kuat maka akan membuat impor bermasalah, begitu juga sebaliknya jika rupiah melemah maka ekspor akan bermasalah.

"Kalau saya inginnya ada stabilitas nilai tukar. Kalau terlalu kuat, impor kita bermasalah, tapi kalau dolar kuat ekspor kita juga bermasalah," ujar Ketua Umum Kadin MS Hidayat seusai pemaparan Roadmap Pembangunan Ekonomi Indonesia 2009-2014, di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (15/10/2009).

Menurutnya, nilai tukar rupiah bagi dunia usaha yang paling tepat berkisar antara Rp9.500-Rp10.000 sebagai titik keseimbangan. Meskipun demikian, untuk menjaga kestabilan rupiah pemerintah tidaklah perlu untuk mematok nilai tertentu karena dianggap sudah tidak relevan.

"Jadi kita perlu titik imbang, sekira Rp9.500-Rp10.000. Tapi tidak usah dipatok, karena sistem patok sudah tidak relevan," tukasnya.  (ade)
TWITTER »
twit