Logo General Electric. Foto: Reuters
BOSTON - Laba General Electric Co dilaporkan anjlok sebesar 42 persen karena ekonomi global yang merosot, sehingga membuat sektor keuangan yang awalnya besar dan kuat terkikis karena permintaan untuk alat berat yang diproduksinya menurun.
Seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (17/10/2009), perusahaan yang dimiliki konglomerat terbesar di AS ini sahamnya turun 0,8 persen pada perdagangan Jumat waktu setempat.
Keuntungan perusahaan pada kuartal ketiga tercatat sebesar USD2,49 miliar atau 23 sen per saham, dibandingkan dengan pendapatan setahun sebelumnya yakni USD4,31 miliar atau 43 sen per saham. Sedangkan untuk pendapatannya turun 20 persen menjadi USD37,8 miliar.
Kendati demikian, Chief Executive GE Jeff Immelt meyakinkan bahwa perekonomian perlahan-lahan mulai pulih.
Seperti diketahui, GE merupakan pembuat mesin jet dan turbin penghasil listrik terbesar di dunia ini menghadapi penurunan permintaan untuk peralatan modal besar. Pada tahun ini, perusahaan telah mempertahankan pendapatan produknya yang telah dijual untuk meningkatkan hasil.
Pada saat yang bersamaan, perusahaan juga telah mengurangi keuangan GE Capital, yang telah berinvestasi dalam real estat komersial dan telah terpukul oleh krisis kredit.
Namun demikian, setelah selama 18 bulan sejak Maret mengalami penurunan, saham GE sekarang naik sekira empat persen sepanjang tahun ini, mengikuti kenaikan dari indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 15 persen. (ade)